Showing posts with label Sadio Mane. Show all posts
Showing posts with label Sadio Mane. Show all posts

Friday, 14 October 2016

Klopp Effect : 26 gol dari 9 Pertandingan

Liverpool mulai bisa menyingkirkan inkonsistensi yang menjadi problem mereka musim lalu. Mereka memang sempat tumbang 0-2 di kandang Burnley pada pekan kedua EPL 28 Agustus 2016. Tapi itulah satu-satunya kekalahan yang mereka alami musim ini.

Dari 9 partai yang sudah dimainkan di semua kompetisi, Liverpool memenangkan 7 pertandingan, seri di satu partai dan kalah di satu partai . Mereka saat ini berada di posisi keempat klasemen EPL dengan 16 poin, hanya berjarak dua poin dari pimpinan klasemen Manchester City. Liverpool dan Manchester City adalah tim paling produktif di EPL musim ini, sama-sama mencatatkan 18 gol dari 7 pertandingan.

Liverpool adalah tim paling rajin melepaskan tembakan ke gawang lawan di EPL, rata-rata 19.3 tembakan per partai. Soal penguasaan bola, catatan 57.9% milik Liverpool hanya kalah dari Manchester City (59.6%). Tentunya hal ini ckup menunjukkan bahwa Liverpool adalah tim yang sangat ofensif.

Tim asuhan Jurgen Klopp ini gemar memainkan formasi 4-3-3. Roberto Firmino menjadi penyerang tengah didampingi Sadio Mane dan Philippe Coutinho di kedua sisi sayap. Poros halang Jordan Henderson harus mengimbangi Giorginio Wijnaldum dan Adam Lallana yang lebih ofensif. Gelandang senior lainnya, James Milner, dialihkan menjadi bek kiri berseberangan dengan Nathaniel Clyne di posisi bek kanan. Joel Matip dan Dejan Lovren menjaga kotak penalti di depan kiper Simon Mignolet

Situs whoscored.com mencatat bahwa Liverpool suka memainkan  umpan-umpan pendek, menguasai bola di daerah lawan dan melepaskan umpan terobosan. Mereka sangat bagus dalam hal membuat peluang mengandalkan skill individu para pemainnya dan melakukan penyelesaian akhir. Liverpoll tidak begitu bagus dalam hal duel udara.

Ketiga penyerang Firmino, Coutinho dan Mane sama-sama sudah mengoleksi tiga gol di EPL. Begitupun dengan gelandang berkarakter menyerang Adam Lallana juga sudah mencatatkan tiga gol. Tapi pencetak gol terbanyak Liverpoll saat ini justru adalah James Milner, gelandang yang pindah posisi menjadi bek kiri.

Catatan assist juga menunjukkan bahwa Liverpool tidak punya ketergantungan pada pemain tertentu. Adam Lallana memimpin dengan catatan tiga assist, diikuti oleh Giorginio Wijnaldum dan Philippe Coutinho menyusul masing-masing dengan 2 assist.


Referensi:
https://www.whoscored.com/Teams/26/Show/England-Liverpool

Tuesday, 9 August 2016

Sadio Mané, Sayap Baru Liverpool

Seperti banyak pemuda asal Afrika lainnya, Sadio Mané mengawali karir sepakbolanya di Perancis. Tahun 2011, pemuda Senegal yang saat itu berusia 19 tahun sudah punya kontrak profesional dengan Metz. Saat itu Metz bermain di ligue 2, kasta kedua liga Perancis.

Metz terdegradasi di akhir musim, tapi Sadio Mané menarik perhatian klub Austria, Red Bull Salzburg. Dua tahun di liga Austria, Sadio Mané membantu Red Bull Salzburg menjuarai liga di musim 2012-2013. Naluri mencetak golnya juga terasah disini, dengan catatan 31 gol dari 63 pertandingan liga.

Penampilan Mané ternyata menarik perhatian Southampton untuk memboyongnya ke EPL tahun 2014 dengan tebusan 11.8 cSouthampton  mungkin tim semenjana, tapi Sadio Mane sukses membuktikan diri layak menjadi bintang. Untuk ukuran pemain sayap, Mane masih tetap tajam dengan catatan 21 gol dari 67 penampilan. Anda dapat menilai sendiri dari rekaman sejumlah gol yang dicetaknya bersama Southampton.


Di bursa transfer musim panas ini Liverpool merekrut Sadio Mane dari Southampton dengantebusan 34 Southampton. Mungkin Liverpool memang membutuhkan sayap yang ekplosif dan tajam seperti Mane. Situs whoscored.com menyebut Mane sebagai pemain yang memiliki dribble bagus dan juga bagus dalam membagi bola. Kekurangannya adalah pada duel udara.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Sadio_Man%C3%A9
https://www.whoscored.com/Players/109915/
https://en.wikipedia.org/wiki/FC_Red_Bull_Salzburg