Timnas Brazil melanjutkan rentetan hasil bagus bersama pelatih baru mereka, Tite. Dalam lanjutan kualifikasi piala dunia 2018 zona Conmebol pada 11 November 2016, Brazil sukses mengkandaskan tim tamu Argentina dengan skor 3-0. Dengan kemenangan Brazil makin mantap bertengger di puncak klasemen sementara, sementara Argentina terdampar di posisi keenam dari sepuluh peserta.
Argentina sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik, tapi gol indah Philippe Coutinho di menit ke 25 menentukan mood pertandingan ini. Menggiring bola dari sisi kiri lapangan, Coutinho membawanya ke tengah dan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang menggetarkan gawang Argentina. Sejak saat itu irama pertandingan ini dikuasai oleh Brazil.
Brazil menggandakan keunggulan di penghujung babak pertama. Neymar memanfaatkan umpan Gabriel untuk mencetak gol kedua bagi Selecao. Ini adalah gol ke 50 Neymar untuk Brazil, sebuah prestasi luar biasa untuk seorang pemuda yang masih berusia 24 tahun.
Marcelo mengawali proses gol ketiga Brazil lebat umpan silang terlalu melebar, yang diselamatkan Dani Alves ke arah Paulinho di kotak penalti. Paulinho tidak menyi-nyiakan kesempatan untuk menjebol gawang Sergio Romero. Skor 3-0 untuk Brazil bertahan sampai akhir pertandingan.
Situasi saat ini tidak menguntungkan bagi Lionel Messi dan Argentina. Tim tango membutuhkan kemenangan untuk kembali ke lima besar dan menjaga peluamg lolos ke piala dunia 2018.
Liverpool mulai bisa menyingkirkan inkonsistensi yang menjadi problem mereka musim lalu. Mereka memang sempat tumbang 0-2 di kandang Burnley pada pekan kedua EPL 28 Agustus 2016. Tapi itulah satu-satunya kekalahan yang mereka alami musim ini.
Dari 9 partai yang sudah dimainkan di semua kompetisi, Liverpool memenangkan 7 pertandingan, seri di satu partai dan kalah di satu partai . Mereka saat ini berada di posisi keempat klasemen EPL dengan 16 poin, hanya berjarak dua poin dari pimpinan klasemen Manchester City. Liverpool dan Manchester City adalah tim paling produktif di EPL musim ini, sama-sama mencatatkan 18 gol dari 7 pertandingan.
Liverpool adalah tim paling rajin melepaskan tembakan ke gawang lawan di EPL, rata-rata 19.3 tembakan per partai. Soal penguasaan bola, catatan 57.9% milik Liverpool hanya kalah dari Manchester City (59.6%). Tentunya hal ini ckup menunjukkan bahwa Liverpool adalah tim yang sangat ofensif.
Tim asuhan Jurgen Klopp ini gemar memainkan formasi 4-3-3. Roberto Firmino menjadi penyerang tengah didampingi Sadio Mane dan Philippe Coutinho di kedua sisi sayap. Poros halang Jordan Henderson harus mengimbangi Giorginio Wijnaldum dan Adam Lallana yang lebih ofensif. Gelandang senior lainnya, James Milner, dialihkan menjadi bek kiri berseberangan dengan Nathaniel Clyne di posisi bek kanan. Joel Matip dan Dejan Lovren menjaga kotak penalti di depan kiper Simon Mignolet
Situs whoscored.com mencatat bahwa Liverpool suka memainkan umpan-umpan pendek, menguasai bola di daerah lawan dan melepaskan umpan terobosan. Mereka sangat bagus dalam hal membuat peluang mengandalkan skill individu para pemainnya dan melakukan penyelesaian akhir. Liverpoll tidak begitu bagus dalam hal duel udara.
Ketiga penyerang Firmino, Coutinho dan Mane sama-sama sudah mengoleksi tiga gol di EPL. Begitupun dengan gelandang berkarakter menyerang Adam Lallana juga sudah mencatatkan tiga gol. Tapi pencetak gol terbanyak Liverpoll saat ini justru adalah James Milner, gelandang yang pindah posisi menjadi bek kiri.
Catatan assist juga menunjukkan bahwa Liverpool tidak punya ketergantungan pada pemain tertentu. Adam Lallana memimpin dengan catatan tiga assist, diikuti oleh Giorginio Wijnaldum dan Philippe Coutinho menyusul masing-masing dengan 2 assist.