Showing posts with label Euro 2016. Show all posts
Showing posts with label Euro 2016. Show all posts

Friday, 15 July 2016

Juara Eropa 2016 dan Tiga Besar Porto, Benfica dan Sporting

Skuad Portugal yang menjuarai Euro 2016 didominasi pemain-pemain yang bermain di liga-liga asing. Dari 23 pemain yang dibawa, 16 diantaranya merumput di luar negeri, dan hanya 7 orang yang bermain untuk klub Portugal. Hal ini menunjukkan bahwa memang tempat ideal untuk karir pemain sepakbola adalah liga-liga besar seperti EPL, La Liga atau Bundesliga.

Tapi kalau kita runut perjalanan karir pemain-pemain ini, sebanyak 19 pemain pernah bermain untuk atau dibina oleh tiga klub besar Portugal: Sporting, Porto dan Benfica. CR7, Nani, Joao Moutinho dan Ricardo Quaresma adalah mantan pemain Sporting dan lulusan akademi Sporting. Pepe membangn reputasinya di Porto, sementara Bruno Alves dan Ricardo Carvalho adalah mantan pemain Porto yang juga lulusan akademi Porto. Bintang muda Renato Sanches dan André Gomes mantan pemain Benfica dan lulusan akademi Benfica.

Liga Portugal memang didominasi oleh Sporting, Porto dan Benfica. Benfica mengoleksi 35 gelar juara liga Portugal, disusul Porto dengan 27 gelar dan Sporting dengan 18 gelar. Hanya dua kali gelar juara Primeira Liga lepas dari tiga klub ini.

Situasi ini jelas lebih ideal daripada liga Jerman yang didominasi Bayern Munich atau liga Perancis dengan PSG terlalu kuat disbanding tim lainnya. Di Primeira Liga kompetisi hidup karena Sporting, Porto dan Benfica bersaing untuk menjadi yang terbaik. Pemain yang bersinar bersama klub kecil jadi punya kesempatan berprestasi lebih tinggi lagi Tentunya mereka juga akan merekrut pemain-pemain yang berprestasi bersama klub yang lebih kecil dan memberi kesempatan meraih prestasi yang lebih tinggi bersama klub besar.

Hebatnya lagi, ketiga klub ini juga serius dalam pengembangan pemain muda. Sebanyak 16 anggota skuad Portugal ke Euro 2016 adalah lulusan akademi salah satu dari tiga klub besar ini. Artinya, talenta pemain dikenali sejak dini oleh klub besar sehingga kemungkinan berkembangnya bisa optimal.

Posisi Nama Penampilan Gol Klub Mantan Klub Akademi
Kiper Rui Patrício 52 0 Sporting Sporting Sporting
Kiper Anthony Lopes 4 0 Lyon
Lyon
Kiper Eduardo 35 0 Dinamo Zagreb
Braga
Bek Bruno Alves 86 10 Cagliari Porto Porto
Bek Pepe 77 3 Real Madrid Porto Corianthians-AL
Bek José Fonte 16 0 Southampton
Sporting
Bek Raphaël Guerreiro 12 2 Borussia Dortmund
Caen
Bek Ricardo Carvalho 89 5 Monaco Porto Porto
Bek Eliseu 18 1 Benfica Benfica Belenenses
Bek Cédric 15 0 Southampton Sporting Sporting
Gelandang João Moutinho 90 4 Monaco Sporting Sporting
Gelandang João Mário 18 0 Sporting Sporting Sporting
Gelandang Vieirinha 25 1 VfL Wolfsburg Porto Porto
Gelandang Danilo 17 1 Porto Porto Benfica
Gelandang William Carvalho 25 0 Sporting Sporting Sporting
Gelandang André Gomes 13 0 Valencia Benfica Benfica
Gelandang Renato Sanches 11 1 Bayern Munich Benfica Benfica
Gelandang Adrien Silva 13 0 Sporting Sporting Sporting
Penyerang Cristiano Ronaldo 133 61 Real Madrid Sporting Sporting
Penyerang Éder 29 4 Lille
ADC Adémia
Penyerang Nani 103 20 Valencia Sporting Sporting
Penyerang Rafa Silva 9 0 Braga
Feirense
Penyerang Ricardo Quaresma 57 8 Beşiktaş Sporting Sporting

Referensi:https://en.wikipedia.org/wiki/Portugal_national_football_team
https://en.wikipedia.org/wiki/Rui_Patr%C3%ADcio
https://en.wikipedia.org/wiki/Anthony_Lopes
https://en.wikipedia.org/wiki/Eduardo_Carvalho
https://en.wikipedia.org/wiki/Bruno_Alves
https://en.wikipedia.org/wiki/Pepe_(footballer,_born_1983)
https://en.wikipedia.org/wiki/Jos%C3%A9_Fonte
https://en.wikipedia.org/wiki/Rapha%C3%ABl_Guerreiro
https://en.wikipedia.org/wiki/Ricardo_Carvalho
https://en.wikipedia.org/wiki/Eliseu
https://en.wikipedia.org/wiki/C%C3%A9dric_Soares
https://en.wikipedia.org/wiki/Jo%C3%A3o_Moutinho
https://en.wikipedia.org/wiki/Jo%C3%A3o_M%C3%A1rio_(Portuguese_footballer)
https://en.wikipedia.org/wiki/Vieirinha
https://en.wikipedia.org/wiki/Danilo_Pereira_(Portuguese_footballer)
https://en.wikipedia.org/wiki/William_Carvalho
https://en.wikipedia.org/wiki/Andr%C3%A9_Gomes
https://en.wikipedia.org/wiki/Renato_Sanches
https://en.wikipedia.org/wiki/Adrien_Silva
https://en.wikipedia.org/wiki/Cristiano_Ronaldo
https://en.wikipedia.org/wiki/%C3%89der_(Portuguese_footballer)
https://en.wikipedia.org/wiki/Nani
https://en.wikipedia.org/wiki/Rafa_Silva
https://en.wikipedia.org/wiki/Ricardo_Quaresma

Thursday, 14 July 2016

Fernando Santos, Pelatih Tim Juara Euro 2016

Saat masih aktif bermain, Fernando Santos berposisi sebagai bek. Empat belas tahun karirnya di Portugal dihabiskan bersama klub Estoril dan Maritimo. Fernando Santos pensiun di Estoril dan melanjutkan  karirnya di klub itu sebagai asisten pelatih pada tahun 1987.

Setahun berselang, Santos naik pangkat menjadi pelatih kepala. Dia sukses membawa Estoril promosi ke Primeira Liga di tahun 1991. Setelah sepuluh tahun berkarir sebagai pelatih, Santos akhirnya mendapat kesempatan menangani klub besar, FC Porto, di tahun 1998.

Tiga tahun bersama Porto, Santos memenangkan sebuah gelar liga Portugal dan dua gelar Taça de Portugal. Reputasinya rupanya semakin menjulang dan terdengar sampai ke luar negeri. Tahun  2001 klub Yunani AEK Athena mempercayakan posisi pelatih kepadanya.

Satu musim bersama  AEK, Santos sukses membawa timnya memenangkan Piala Yunani. Klub besar Panaithinaikos tertarik untuk menggunakan jasanya. Sayangnya kalai ini Santos tidak berhasil dan empat bulan kemudian Santos sudah berpisah dengan Panaithinaikos.

Santos lalu kembali ke Portugal untuk menangani Sporting Lisbon, tapi dilepas karena klub besar Portugal ini tidak puas dengan hasil akhir di peringkat tiga liga. Dia lalu kembali ke AEK Athena. Posisi tiga besar di liga Portugal bersama AEK dianggap sebagai hasil yang bagus.

Benfica merekrut Santos di tahun 2006. Dia hanya bertahan setahun di klub besar ini karena hanya bisa membawa timnya menempati posisi ketiga liga Portugal. Fernando Santos kembali Yunani dan menangani klub PAOK selama tiga tahun.

Tahun 2010 Santos dipercaya menangani timnas Yunani. Dia mampu membawa Yunani mencapai perempat final Euro 2012. Di piala dunia 2016, Santos membawa Yunani sampai babak 16 besar, setelah kalah adu penalti dengan Costa Rica.

Prestasi bagus menangani timnas Yunani sepertinya membuat tmnas negaranya sendiri tertarik. Barangkali juga mengingat Santos adalah pelatih pernah menangani tiga klub terbesar Portugal: Benfica, Porto dan Sporting. Demikianlah Fernando Santos dipercaya memimpin negaranya ke Euro 2016, yang berakhir gemilang dengan gelar juara Eropa untuk pertama kalinya bagi Portugal.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Fernando_Santos_(Portuguese_footballer)

Wednesday, 13 July 2016

Portugal Berjaya Di Eropa Dengan Formasi 4-4-2

Formasi 4-2-3-1 masih menjadi formasi yang populer saat ini. Di ajang Euro 2016, sejumlah tim-tim besar seperti Perancis, Jerman, Belgia dan Kroasia menggunakan formasi 4-2-3-1. Tapi yang berjaya sebagai juara piala Eropa 2016 adalah Portugal yang memainkan formasi 4-4-2..

Sebelumnya Claudio Ranieri juga berhasil membawa Leicester City menjuarai liga Inggris dengan formasi 4-4-2. Prestasi yang luar biasa karena Leicester City hanyalah tim kecil yag tidak diunggulkan. Prestasi Leicester seperti memberi sinyal bahwa formasi 4-4-2 masih konsisten dengan era sepakbola modern.

Di Euro 2016 giliran Fernando Santos yang berjaya setelah menerapkan formasi 4-4-2 untuk timnas Portugal. Dengan formasi ini Porugal bisa mengandalkan Cristiano dan Nani untuk menjadi duet di lini depan. Mereka berdua ternyata memang porduktif mencetak gol untuk Portugal.

Fernando Santos tidak kaku dalam menerapkan formasi 4-4-2. Saat menghadapi Islandia penampilan pertama, formasi yang dimainkan adalah 4-1-2-1-2. Sementara saat menghadapi Polandia di perempat final dan Perancis di final, formasi yang dimainkan adalah 4-1-3-2. Artinya, formasi 4-4-2 bisa dimodifikasi untuk disesuaikan dengan materi pemain yang dimiliki dan lawan yang dihadapi.

Masih harus dilihat apakah keberhasilan di EPL dan piala Eropa akan mendongkrak kembali kepercayaan pada formasi 4-4-2.

Referensi:
https://www.whoscored.com/Teams/341
https://www.whoscored.com/Teams/336
https://www.whoscored.com/Teams/339
https://www.whoscored.com/Teams/337
https://www.whoscored.com/Teams/338
https://www.whoscored.com/Teams/340/Fixtures/Portugal-Portugal
https://www.whoscored.com/Matches/1035210/Live
https://www.whoscored.com/Matches/1035196/Live
https://www.whoscored.com/Matches/1035197/Live
https://www.whoscored.com/Matches/1086997/Live
https://www.whoscored.com/Matches/1088528/Live
https://www.whoscored.com/Matches/1092392/Live
https://www.whoscored.com/Matches/1096711/Live

Tuesday, 12 July 2016

Mendadak Pemimpin

Final Euro 2016 antara Perancis vs Portugal. Kapten Portugal yaitu Cristiano Ronaldo mengalami cedera pada menit 25 dan harus meninggalkan lapangan. Jabatan sebagai kapten Portugal di lapangan beralih pada rekannya, Nani.

Nani dua tahun lebih muda dari Cristiano Ronaldo. Dahulu Cristiano Ronaldo dan Nani sempat bermain bersama di Manchester United. Talenta Nani tidak bisa dibantah, sehingga sempat ada harapan kalau suatu saat Nani akan menjadi setara CR7, salah satu pemain terbaik dunia saat ini.ta Sayangnya pamor Nani makin lama makin surut, agaknya karena performanya yang dianggap labil.

Demikianlah, di final piala Euro 2016, Nani yang labl itu harus menerima tongkat kepemimpinan timnas Portugal. Tantangan yang sangat berat secara teknis maupun non teknis. Tim Perancis lebih diunggulkan, punya pemain-pemain hebat, tampil ofensif dan tampil di hadapan pendukung sendiri.

Ternyata Nani menjawab tantangan itu dengan baik sekali. Menghadapai Perancis yang ofensif, Nani tampil baik untuk menunjukkan bahwa Portugal juga punya kemampuan untuk mengancam gawang Perancis dan tidak serta merta menjadi bulan-bulanan karena cederanya CR7.

Situs whoscored.com memberikan nilai 7.28 untuk Nani. Kapten dadadakan ini tercatat melepaskan dua tembakan ke gawang, lima kali melakukan dribel.dan tiga kali memberikan umpan silang. Nani juga tercatat. Barangkali indikasi betapa Nani menyusahkan Perancis adalah empat pelanggaran yang dilakukan pemain-pemain Perancis terhadapnya.

Ada seorang pemimpin lain yang membantu tugas Nani dalam pertandingan ini. Dia adalah Pepe, bek yang punya reputasi sebagai "penjahat", terutama terkait Lionel Messi. Bek Real Madrid ini tampil kokoh memimpin lini belakang Portugal yang diisi pemain-pemain yang belum banyak pengalaman membela timnas: bek kanan Cédric, bek kiri Raphaël Guerreiro dan bek tengah José Fonte.

Kerja keras Nani dan Pepe tidak sia-sia. Biarpun harus menghadpi gempuran terus-menerus dari Perancis, Portugal mampu memenangkan final Euro 2016 ini dengan skor 1-0. Ini adalah gelar piala Eropa pertama yang dimenangkan oleh Portugal.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Portugal_national_football_team
https://www.whoscored.com/Matches/1096711/Live
https://www.whoscored.com/Matches/1096711/LiveStatistics/International-European-Championship-2016-Portugal-France

Monday, 11 July 2016

Éder, Pahlawan Kemenangan Portugal di Euro 2016

Portugal punya pemain terkenal seperti Cristiano Ronaldo, Nani dan Pepe. Portugal juga punya pemain muda berbakat seperti Renato Sanches. Tapi yang menjadi penentu keberhasilan mereka menjuarai Euro 2016 adalah pemain kurang terkenal bernama Éder.

Nama lengkapnya adalah Éderzito António Macedo Lopes. Penyerang 28 tahun ini dilahirkan di negara Guinea-Bissau, Afrika. Striker jangkung setinggi 190 cm ini sudah pindah ke Portugal sejak masa kanak-kanak dan memutuskan untuk membela tim nasional Portugal.
Menurut whoscored.com, Eder adalah pemain yang bagus dalam melepaskan umpan-umpan pendek ini. Pemain tinggi besar itu disebut bukan tipe pemain yang gemar melakukan diving. Sebagai striker, penyelesaian akhirnya juga bagus.

Karir sepakbola Éder tidaklah mulus. Dia harus memulai karirnya bersama tim liga level bawah seperti Oliveira Hospital dan Tourirenze. Untungnya Tourirenze adalah milik klub Primera Liga, Académica. Agaknya ketajaman Éder menarik Académica untuk merekrutnya. Saat itu Éder berusia 20 tahun.

Éder memperkuat Académica selama empat tahun. Prestasinya tidak terlalu bagus. Dari 83 partai bermain untuk Académica di Primeira Liga selama empat tahun itu, Éder hanya mencetak 12 gol. Bukan catatan yang mengesankan untuk seorang penyerang.

Karir Éder meningkat di klub berikutnya, Braga. Tiga musim bersama klub ini, Éder mencetak 26 gol dari 60 penampilan di Primeira Liga. Penampilan apiknya bersama Braga membuatnya dilirik tim nasional. Éder memperkuat skuad timnas Portugal di piala dunia 2014 di Brazil. Saat itu posisinya masih sebagai pelapis bagi striker senior seperti Hugo Almeida dan Helder Postiga.

Éder mencoba peruntungan di Swansea City awal musim lalu, tapi sulit mendapat kesempatan. Untunglah dia bisa mendapat kesempatan dipinjamkan ke klub Perancis Lille, dimana dia mampu menunjukkan ketajamannya, mencetak 6 gol dari 13 penampilan di liga Perancis. Saat itu Eder sudah sepenuhnya merupakan pemain Lille, bukan lagi pemain pinjaman.
Éder sebenarnya tidak banyak mendapat kesempatan bermain di Euro 2016. Portugal mengandalkan Cristiano Ronaldo dan Nani di lini depan, dan keduanya menjawabnya dengan penampilan yang bagus. Peluang bermain bagi Éder terbatas hanya sebagai pemain pengganti.

Momen bersejarah bagi Éder terjadi final Euro 2016. Menggantikan Renato Sanches, Eder menjad pemain yang menentukan kemenangan Portugal. Umpan dari Joao Moutinho di luar kotak penalty mampu dilesakkan lewat sebuah tendangan keras untuk menggetarkan jala gawang tim lawan mereka Perancis. Itulah satu-satunya di pertandingan itu dan Portugal memenangkan piala Eropa untuk pertama kalinya.


Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/%C3%89der_(Portuguese_footballer)
https://www.whoscored.com/Players/43922
https://en.wikipedia.org/wiki/Portugal_national_football_team
https://en.wikipedia.org/wiki/%C3%89der_(Portuguese_footballer)
https://en.wikipedia.org/wiki/F.C._Oliveira_do_Hospital
https://en.wikipedia.org/wiki/G.D._Tourizense 

Sunday, 10 July 2016

CR7 vs Antoine Griezmann

Mungkin banyak orang berpendapat bahwa Portugal terlalu mengandalkan Cristiano Ronaldo. Akan halnya Perancis, mungkin sering dianggap sebagai tim yang solid yang tidak mengandalkan satu pemain tertentu. Walaupun begitu, tidak ada yang bisa membantah kalau nama Antoine Griezmann meroket saat ini berkat perannya di timnas Perancis di ajang Euro 2016 ini. Keduanya akan menjadi andalan negara masing-masing untuk berjuang memenangkan gelar piala Eropa 2016.

Tanggal Partai Pencetak Gol Pencetak Assist
14-Juni-2016 Portugal vs Islandia Nani Andre Gomes
22-Juni-2016 Portugal vs Hungaria Nani Cristiano Ronaldo
22-Juni-2016 Portugal vs Hungaria Cristiano Ronaldo João Mário
22-Juni-2016 Portugal vs Hungaria Cristiano Ronaldo Ricardo Quaresma
25-Juni-2016 Portugal vs Kroasia Ricardo Quaresma
30-Juni-2016 Portugal vs Polandia Renato Sanches Nani
06-Juli-2016 Portugal vs Wales Cristiano Ronaldo Raphael Guerreiro
06-Juli-2016 Portugal vs Wales Nani Cristiano Ronaldo












Tanggal Partai Pencetak Gol Pencetak Assist
10-Juni-2016 Perancis vs Rumania Olivier Giroud Dimitri Payet
10-Juni-2016 Perancis vs Rumania Dimitri Payet N'Golo Kanté
15-Juni-2016 Perancis vs Albania Antoine Griezmann Adil Rami
15-Juni-2016 Perancis vs Albania Dimitri Payet
26-Juni-2016 Perancis vs Irlandia Antoine Griezmann
26-Juni-2016 Perancis vs Irlandia Antoine Griezmann Olivier Giroud
03-Juli-2016 Perancis vs Islandia Olivier Giroud Blaise Matuidi
03-Juli-2016 Perancis vs Islandia Paul Pogba Antoine Griezmann
03-Juli-2016 Perancis vs Islandia Dimitri Payet Antoine Griezmann
03-Juli-2016 Perancis vs Islandia Antoine Griezmann
03-Juli-2016 Perancis vs Islandia Olivier Giroud Dimitri Payet
07-Juli-2016 Perancis vs Jerman Antoine Griezmann
07-Juli-2016 Perancis vs Jerman Antoine Griezmann

Statistik menunjukkan, bahwa pengaruh kedua pemain ini dalam membantu timnya mencetak gol hamper sama. Cristiano Ronaldo mencetak 3 gol dan memberikan 2 assists, yang artinya kontribusi langsungnya terhadap 8 gol Portugal di Euro 2016 mencapai 62.5%. Di pihak lain, Griezmann mencatatkan 6 gol dan 2 assist, yang dapat diartikan sebagai kontribusi langsung 61.53% terhadap 13 gol Perancis di ajang yang sama.

Portugal mencatatkan perbaikan di lini pertahanan dalam tiga partai terakhir. Menempatkan José Fonte sebagai bek tengah menggantikan pemain veteran Ricardo Carvalho agaknya memberi pengaruh positif. Hal yang sama dikatakan untuk dua bek sayap muda yaitu Cédric dan Raphael Guerreiro.

Perancis sebaliknya menunjukkan peningkatan di lini ofensif. Sembilan gol mereka cetak dalam tiga partai terakhir. Mereka sepertinya makin mantap menempatkan Olivier Giroud sebagai big man yang didukung oleh tiga gelandang serang yaitu Dimitri Payet, Antoine Griezmann dan Paul Pogba.

Melihat dari ganasnya lini depan Perancis akhir-akhir ini, rasanya mereka layak diunggulkan memenangkan partai final Euro 2016. Apalagi mereka bertindak sebagai tuan rumah. Namun jika pertandingan berlanjut sampai babak adu penalty, sepertinya Portugal menjadi pihak yang lebih siap.


Referensi:
https://www.whoscored.com/Teams/340/Show/Portugal-Portugal
https://www.whoscored.com/Matches/1035210/Live/International-European-Championship-2016-Portugal-Iceland
https://www.whoscored.com/Matches/1035196/Live/International-European-Championship-2016-Portugal-Austria
https://www.whoscored.com/Matches/1035197/Live/International-European-Championship-2016-Hungary-Portugal
https://www.whoscored.com/Matches/1086997/Live/International-European-Championship-2016-Croatia-Portugal
https://www.whoscored.com/Matches/1088528/Live/International-European-Championship-2016-Poland-Portugal
https://www.whoscored.com/Matches/1092392/Live/International-European-Championship-2016-Portugal-Wales
https://www.whoscored.com/Teams/341/Show/France-France
https://www.whoscored.com/Matches/1035163/Live
https://www.whoscored.com/Matches/1035164/Live
https://www.whoscored.com/Matches/1035170/Live
https://www.whoscored.com/Matches/1086999/Live/International-European-Championship-2016-France-Ireland
https://www.whoscored.com/Matches/1090480/Live
https://www.whoscored.com/Matches/1092454/Live

Friday, 8 July 2016

Duet "Asterix Obelix" Antoine Griezmann dan Olivier Giroud

Antoine Griezmann dan Olivier Giroud mungkin bukan duet striker dalam arti biasa. Dalam partai semifinal menghadapi Jerman kemaren misalnya, posisi Giroud adalah sebagai striker tunggal dalam formasi 4-2-3-1. Akan halnya Griezmann, posisinya adalah sebagai gelandang serang.

Griezmann tingginya 175 cm, sementara Giroud 192 cm. Mereka ibarat Asterix yang kecil tapi trengginas dan Obelix yang besar dan kuat. Sebagai striker tunggal, Giroud berperan dalam duel-duel yang membutuhkan kekuatan fisik. Sementara Griezmann justru bisa memaksimalkan ketajamannya dengan berperan sebagai gelandang serang di belakang Giroud.

Kerjasama mereka menjadi faktor penentu gol kedua Perancis pada semifinal euro 2016 melawan Jerman. Umpan lambung Paul Pogba tidak bisa diselamatkan dengan sempurna oleh kiper Jerman Manuel Neuer karena harus berduel dengan Giroud di kotak penalti. Bola muntah menuju ke arah Griezmann yang tanpa ampun menggetarkan jala gawang Jerman.


Skema yang lebih bersih terlihat sebelumnya pada partai 16 besar melawan Irlandia. Umpan silang dari bek kanan Bacary Sagna dijinakkan dengan sundulan oleh Giroud ke arah Griezmann. Inilah awal dari gol Griezmann yang penentu kemenangan Perancis di laga tersebut.


Griezmann sudah mencetak 6 gol dan 2 assist di Euro 2016, sementara Giroud 3 gol dan 2 assist. Ketajaman mereka akan kembali diuji di partai final euro 2016 menghadapi Portugal senin dinihari 11 Juli 2016 jam 02:00.

Referensi:
https://www.whoscored.com/Teams/341
https://www.whoscored.com/Matches/1035163/Live/International-European-Championship-2016-France-Romania
https://www.whoscored.com/Matches/1035164/Live/International-European-Championship-2016-France-Albania
https://www.whoscored.com/Matches/1035170/Live/International-European-Championship-2016-Switzerland-France
https://www.whoscored.com/Matches/1086999/Live/International-European-Championship-2016-France-Ireland
https://www.whoscored.com/Matches/1090480/Live/International-European-Championship-2016-France-Iceland
https://www.whoscored.com/Matches/1092454/Live/International-European-Championship-2016-Germany-France
https://en.wikipedia.org/wiki/Antoine_Griezmann
https://en.wikipedia.org/wiki/Olivier_Giroud
Foto dari https://i.ytimg.com/vi/4LchJBSxHdA/maxresdefault.jpg






Thursday, 7 July 2016

Aroma Southampton Memperbaiki Lini Belakang Portugal

Portugal tampil tidak meyakinkan di fase grup Euro 2016. Tiga pertandingan dilalui dengan tiga hasil seri, tanpa kemenangan. Padahal diatas kertas lawan-lawan seperti Islandia, Hungaria dan Austria tidak memiliki materi pemain dengan kualitas sebagus Portugal. Beruntung Portugal tetap lolos ke babak 16 besar walaupun hanya menjadi peringkat tiga di fase grup.

Lampu kuning bagi lini belakang Portugal adalah pertandingan melawan Hungaria yang berakhir dengan skor 3-3. Kebobolan tiga gol jelas tidak menggembirakan bagi lini belakang Portugal, Saat itu Portugal mempercayakan Rui Patricio (Sporting Lisbon) sebagai kiper dilindungi oleh duo bek tengah Pepe (Real Madrid) dan Ricardo Carvalho (Monaco).

Pasca pertandingan ini agaknya Portugal memutuskan untuk melakukan regenerasi salah satu posisi bek tengah dari Carvalho ke yang lebih muda. Memang Carvalho sudah berusia 38 tahun, bukan lagi usia ideal untuk seorang bek tengah. Yang terpilih menggantikannya adalah José Fonte (Southampton).

Posisi bek kanan juga dirombak. Cédric, Rekan Fonte  di Southampton dipercaya sebagai pilihan utama di bek kanan. Pemain berusia 24 tahun ini adalah darah segar diantara bek-bek Portugal yang banyak diantaranya sudah berusia diatas 30 tahun. José Fonte sendiri sudah berusia 32 tahun.

Pilihan ini ternyata cukup berhasil. Selama tiga partai di fase gugur yang sudah dijalani Portugal, mereka hanya kebobolan 1 gol selama 330 menit pertandingan. Padahal sejumlah lawan-lawan mereka lebih berkualitas dari sebelumnya: Kroasia, Polandia dan Wales.

Ketangguhan Fonte, Cédric dan rekan-rekan mereka di timnas Portugal akan kembali diuji di partai final Euro 2016 melawan Perancis, yang dijadwalkan berlangsung 11 Juli 2016 jam 02:00 dinihari.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/UEFA_Euro_2016
https://en.wikipedia.org/wiki/UEFA_Euro_2016_Group_F#Portugal_vs_Iceland
https://en.wikipedia.org/wiki/UEFA_Euro_2016_knockout_phase#Croatia_vs_Portugal
https://en.wikipedia.org/wiki/Portugal_national_football_team
https://en.wikipedia.org/wiki/Jos%C3%A9_Fonte
https://en.wikipedia.org/wiki/C%C3%A9dric_Soares

Wednesday, 6 July 2016

Antoine Griezmann dan Orang-Orang Goth

Sebuah seri komik Asterix membahas tentang orang-orang Goth. Memang mereka bukan tandingan ramuan ajaib sang dukun Panoramix yang bisa Asterix dan rekannya Obelix menjadi super kuat. Tapi Panoramix sudah menyadari kekuatan orang-orang Goth dalam berperang. untuk menghindari invasi dari orang-orang Goth, Panoramix memilih untuk mengadu domba suku-suku Goth. Dengan begitu orang-orang Goth jadi sibuk perang saudara dan lupa untuk menginvasi Eropa.

Invasi suku Goth ini akhirnya terjadi juga seiring dengan melemahnya imperium Romawi. Pada masa Theodoric the Great tahun 523, Goth sudah menguasai sebagian besar pantai laut tengah. Wilayah kekuasaan mereka mencakup wilayah Spanyol. Perancis, Italia, sebagian Balkan, dan sering mengganggu daerah Byzantium.

Di jaman modern, Goth adalah salah satu etnis di Jerman. Sementara Asterix, Obelix dan Panoramix adalah orang Galia, penduduk asli Perancis. Perancis dan Jerman akan bertemu di semifinal Euro 2016 pada jumat dinihari 8 Juli 2016.

Mengikuti logika komik Asterix, mungkin Perancis harus berharap menemukan ramuan Panoramix sebelum pertandingan dimulai. Jerman adalah tim yang sangat kuat. Materi pemain kelas satu, skill bagus, mental kuat, main fisik juga OK. Partai perempatfinal melawan Italia menunjukkan kalau mereka juga bagus dalam menghadapi tim yang mengandalkan strategi.

Tapi Perancis hari ini bukan Galia. Seperti Britania yang diinvasi oleh Anglo dan Saxon, Galia juga diinvasi oleh suku Franka, yang masih dekat kekerabatannya dengan Goth. Dan timnas Perancis terkenal sebagai tim yang punya pemain multikultural seperti Paul Pogba, Anthony Martial, Kingsley Coman, Paul Pogba dan Bacary Sagna.

Btw, sosok Antoine Griezmann yang cukup "mungil" untuk orang Eropa mengingatkan pada Asterix :p

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Goths
https://en.wikipedia.org/wiki/Theoderic_the_Great
https://en.wikipedia.org/wiki/Franks
https://en.wikipedia.org/wiki/France_national_football_team

Thursday, 30 June 2016

Menghadapi Adu Tendangan Penalti

Mungkin tidak ada yang suka dengan adu penalti. Skema penentuan pemenang di sistem gugur ini tidak disukai karena dinilai "untung-untungan". Sayangnya sampai saat ini belum ditemukan solusi yang lebih baik untuk menentukan pemenang jika hasil pertandingan tetap imbang setelah 2x45 menit plus perpanjangan waktu 2x15 menit.

Tapi untuk pemain dan pelatih sepakbola, adu penalti adalah sesuatu yang harus diantisipasi. Pada kenyataannya tidak jarang pertandngan ditentukan oleh rentetan tembakan 12 pas ini. Italia menjadi juara dunia 2010 setelah menundukkan Perancis lewat drama adu penalti. Musim ini Real Madrid menjadi juara liga champions lewat kemenangan adu penalti atas Atletico Madrid.

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengumpulkan data tentang lawan, bagaimana kecenderungan para pemain lawan melakukan tembakan penalti dan kecederungan kiper lawan bereaksi terhadap penalti. Apalagi video-video yang dibutuhkan mungkin bisa dicari di internet. Kegagalan penalti Sergio Ramos pada pertandingan Kroasia vs Spanyol di Euro 2016 ini disebut-sebut adalah karena peran Luca Modric, gelandang Kroasia dan rekan Ramos di Real Madrid. Modric yang sudah mengenal Ramos memberi "resep" pada kiper Kroasia Danijel Subasic.

Sebaiknya ada sesi khusus latihan penalti. Agar para penendang yang akan dipercaya untuk mengambil penalti bisa mengasah ketajaman tendangan penaltinya. Pada dasarnya gawang itu besar sekali sehingga tendangan penalti yang baik sulit untuk ditahan oleh kiper. Tendangan tenalti berupa tembakan keras ke bagian kiri atas atau kanan atas gawang misalnya teramat sulit untuk diselamatkan kiper manapun.

Dalam adu penalti, adalah wajar jika kiper kebobolan. Sebaiknya, kiper juga punya kesempatan menjadi pahlawan jika mmapu mementahkan tendangan penalti lawan. Misalnya keberhasilan kiper Portugal Rui Patricio memblok penalti Jakub Blaszczykowski sangat krusial dalam kemenangan Portugal mengalahkan Polandia di babak perempat final Euro 2016.

Referensi:
http://bola.kompas.com/read/2016/06/22/06170058/Peran.Modric.di.Balik.Kegagalan.Penalti.Ramos

Wednesday, 29 June 2016

Para Top Skorer Yang Masih Bungkam Di Euro 2016

Striker yang tajam selalu menjadi pusat perhatian. Adalah wajar jika striker yang tampil tajam di liga juga diharapkan tampil tajam saat membela negara. Apalagi jika striker tersebut berstatus top skorer di liga tempatnya berkompetisi.

Setidaknya ada tiga topskorer liga yang tampil di Euro 2016. Ada Harry Kane yang menetak 25 gol untuk Tottenham Hotspurs di EPL. Ada juga Zlatan Ibrahimović yang mengemas 38 gol bersama Paris Saint-Germain Di Perancis. Tentu saja juga ada topskorer Bundesliga, Robert Lewandowski yang punya catatan 30 gol musim ini bersama Bayern Munich.

Semua nama diatas belum mencatatkan satu gol pun di piala Eropa 2016 ini. Zlatan dan Swedia sudah tersisih di babak penyisihan. Harry Kane dan Inggis juga terpental di babak 16 besar. Praktis hanya Robert Lewandowski yang masih punya peluang mencetak gol di Euro 2016 ini.

Paceklik ini cukup mengherankan, apalagi bagi striker yang sudah lama memperkuat timnas dan biasanya tajam bagi timnas. Robert Lewandowski sudah 80 kali tampil untuk Polandia dan sudah mencatatkan 34 gol. Begitupun Zlatan Ibrahimović yang merupakan andalan Swedia, punya catatan 62 gol dari 116 partai. Hanya Harry Kane yang masih tergolong hjau, baru tampil 16 kali untuk timnas Inggris dan menyumbangkan 5 gol.

Terlepas dari partai-partai sebelumnya, Polandia tentunya tetap mengharapkan gol dari Lewandowski.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/2015%E2%80%9316_Premier_League
https://en.wikipedia.org/wiki/2015%E2%80%9316_Bundesliga
https://en.wikipedia.org/wiki/2015%E2%80%9316_Ligue_1
https://en.wikipedia.org/wiki/Harry_Kane
https://en.wikipedia.org/wiki/Robert_Lewandowski
https://en.wikipedia.org/wiki/Zlatan_Ibrahimovi%C4%87

Tuesday, 28 June 2016

Sejarah Pertemuan Antar Laga di Perempat Final Euro 2016

Dalam artikel ini ditampilkan sejarah pertemuan dari masing-masing dari empat partai perempat final Euro 2016. Yang ditampilkan hanyalah pertemuan yang berlangsung sejak tahun 2000. Dengan demikian diharapkan datanya masih valid dan relevan dengan kekuatan masing-masing tim saat ini.

Ada sejumlah hal menarik yang dapat kita baca disini. Misalnya Wales dan Belgia ternyata bertemu sebelumnya di fase grup kualifikasi Euro 2016 ini. Belgia mungkin diatas kertas lebih kuat, tapi nyatanya pertemuan mereka di babak kualifikasi berakhir dengan satu hasil seri dan satu partai berbuah kemenangan untuk Wales.

Begitu juga dengan Italia vs Jerman. Sebagai juara dunia dan dilihat dari materi pemain yang dimikinya, Jerman jelas favorit. Tapi sejarah pertemuan kedua tim ini agaknya lebih menguntungkan Italia.

Polandia vs Portugal






Tanggal Tempat Ajang Tim 1 Skor Tim 2
10-06-2002 Jeonju Piala Dunia 2002 Polandia 0-4 Portugal
11-10-2006 Chorzów Kualifikasi Euro 2008 Polandia 2-1 Portugal
08-09-2007 Lisbon Kualifikasi Euro 2008 Portugal 2-2 Polandia
29-02-2012 Warsaw Persahabatan Polandia 0-0 Portugal


















Wales vs Belgia






Tanggal Tempat Ajang Tim 1 Skor Tim 2
07-09-2012 Cardiff Kualifikasi Piala Dunia 2014 Wales 0-2 Belgia
15-10-2013 Brussels Kualifikasi Piala Dunia 2014 Belgia 1-1 Wales
16-11-2014 Brussels Kualifikasi Euro 2016 Belgia 0-0 Wales
12-06-2015 Cardiff Kualifikasi Euro 2016 Wales 1-0 Belgia


















Jerman vs Italia






Tanggal Tempat Ajang Tim 1 Skor Tim 2
20-08-2003 Stuttgart Persahabatan Jerman 0-1 Italia
01-03-2006 Florence Persahabatan Italia 4-1 Jerman
04-07-2006 Dortmund WC-18 Jerman 0-2 Italia
09-02-2011 Dortmund Persahabatan Jerman 1-1 Italia
28-06-2012 Warsaw Euro 2014 Jerman 1-2 Italia
15-11-2013 Milan Persahabatan Italia 1-1 Jerman
29-03-2016 Munich Persahabatan Jerman 4-1 Italia


















Perancis vs Islandia






Tanggal Tempat Ajang Tim 1 Skor Tim 2
27-05-2012 Valenciennes Persahabatan France 3-2 Iceland

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/UEFA_Euro_2016
http://eu-football.info/_matches.php?id=156&oppo=159
http://eu-football.info/_matches.php?id=218&oppo=21
http://eu-football.info/_matches.php?id=86&oppo=111
http://eu-football.info/_matches.php?id=73&oppo=103

Monday, 27 June 2016

Ampuhnya 3-5-2 ala Conte

Italia mungkin tidak begitu diperhitngkan di awal berlangsungnya piala Eropa ini. Dibandingkan generasi sebelumnya, tim Italia generasi ini miskin bintang. Apapalgi jika dibandingkan dengan Perancis, Spanyol, Belgia dan Jerman.

Tapi Conte mampu membawa Italia tampil mengejutkan. Mereka begitu solid saat mengalahkan Belgia 2-0 di pertandingan perdana. Kemenangan 2-0 atas juara bertahan Spanyol di babak 16 besar menunjukkan bahwa pencapaian mereka bukan hasil keberuntungan, tapi hasil dari skema dan strategi yang matang.

Conte memainkan formasi 3-5-2 untuk Italia. Formasi ini relatif kokoh di depan gawang dengan adanya tiga bek tengah, dan punya lini tengah yang tebal dengan tiga gelandang tengah. Lini yang rentan adalah sektor bek sayap kiri dan kanan yang harus selalu turun naik membantu pertahanan dan penyerangan.

Conte memanfaatkan koneksi Juventus di lini belakang. Kiper utama Gianlugi Buffon berasal dari Juventus, begitu juga tiga pilihan utama bek tengah: Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli. Memang Conte sendiri adalah mantan pelatih Juventus.

Di posisi bek sayap, sepertinya Conte tidak begtu punya pemain favorit di putaran final Euro 2016 ini.Posisi bek kanan bisa ditempati oleh Alessandro Florenzi, Federico Bernardeschi atau Antonio Candreva. Begitupun bek kiri bisa ditempati oleh Mattia De Sciglio, Alessandro Florenzi atau Matteo Darmian.

Di tengah lapangan, pake andalan Conte sudah jelas: Daniele De Rossi, Marco Parolo dan Emanuele Giaccherini. Lini tengah ini sangat krusial untuk menjaga kekokohan pertahanan Italia dan untuk membangun gempuran ke gawang lawan. Sejauh ini lini tengah Italia sudah tampil baik, terutama acungan jempol harus diberikan pada Emanuele Giaccherini.

Duer penyerang andalan Italia adalah Eder dan Graziano Pelle. Eder sepertinya lebih berperan untuk menyambungkan permainan dari lini tengah dan sayap. Graziano Pelle tampil sebagai striker murni yang siap mengancam gawang lawan.

Dari lima gol yang sudah dicetak Italia, dua diantaranya dicetak Pelle dan satu oleh Eder. Gelandang Emanuele Giaccherini menyumbang satu gol. Sebuah gol lagi datang dari bek tengah Giorgio Chiellini.

Ada tiga assist yang sudah tercatat untuk Italia di Euro 2016, masing-masing atas nama Emanuele Giaccherini, Leonardo Bonucci dan penyerang pelapis Simone Zaza.

Referensi:
https://www.whoscored.com/Matches/1035187/Live
https://www.whoscored.com/Matches/1035190/Live
https://www.whoscored.com/Matches/1035191/Live
https://www.whoscored.com/Matches/1084641/Live

Sunday, 26 June 2016

Kembalinya Mario Gómez

Spanyol dan Jerman punya masalah yang sama menjelang Euro 2016 ini, yaitu menemukan striker pencetak gol yang tajam. Striker veteran Jerman Miroslav Klose sekarang sudah 38 tahun, sulit diandalkan sebagai andalan utama lini depan. Begitu juga Spanyol kesulitan untuk menemukan striker baru untuk menggantikan peran David Villa yang sudah melewatip terforma terbaiknya.

Kedua negara raksasa sepakbola ini ternyata menyelesaikan masalah ini dengan cara yang berbeda. Spanyol mempercayakan penyerang belia Alvaro Morata sebagai andalan baru di lini depan. Jerman justru memilih penyerang stok lama: Mario Gómez.

Mario Gómez sudah dipercaya bermain untuk VFB Stuttgart sejak usia 18 tahun. Ketajamannya cukup mengesankan untuk striker muda. Enam tahun bersama Stuttgart, Gómez mencetak 63 gol dari 121 pertandingan Bundesliga. Bersama Stuttgart, Gómez memenangkan gelar Bundesliga 2006-2007.

Masa jaya Mario Gómez adalah saat bergabung dengan Bayern Munich dari 2009 s/d 2013. Saat ini dia mampu mencetak 75 gol dari 115 pertandingan Bundesliga. Bersama Bayern, Gómez memenangkan gelar juara Bundesliga 2009-2010 dan 2012-2013, serta gelar juara liga champions  2012-2103. Sayangnya kedatangan Mario Mandžukić membuat Gómez memutuskan untuk hengkang.

Setelah itu karir Mario Gómez merosot. Dua musim di Fiorentina, Mario Gómez gagal bersinar. Musim ini Gómez dipinjamkan ke klub Turki Besiktas. Gómez tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk kembali bersinar dan membantu Besiktas menjuarai Superlig. Rekor gol Gómez di liga Turki sungguh mengesankan:26 gol dari 33 penampilan.

Setelah hampir empat tahun tak dilirik timnas, akhirnya tahun ini Mario Gómez kembali dipanggil. Hal ini tentunya tak lepas dari penampilan gemilangnya di Besiktas, dan juga minimnya sriker berkualitas yang dimiliki Jerman. Apalagi sebenarnya Gómez masih 30 tahun, masih berada di usia emas pemain bola.

Mario Gómez tidak menyian-nyiakan kesempatan emas ini. Sudah empat gol dicetaknya untuk timnas di tahun 2016 ini. Termasuk dua gol ke gawang Irlandia Utara dan Slowakiadi putaran final Euro 2016.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Mario_Gómez
https://en.wikipedia.org/wiki/Miroslav_Klose

Friday, 24 June 2016

Babak 16 Besar Yang Menguntungkan Belgia

Belgia saat ini dianggap sedang memiliki generasi emas. Materi pemain mereka bisa dibilang sebanding dengan tim elit manapun di dunia saat ini. Mereka punya Thibaut Courtois, Jan Vertonghen, Kevin De Bruyne, Eden Hazard dan Romelu Lukaku.

Belgia sempat tersendat saat kalah di partai pertama 0-2 dari Italia. Setelah itu mereka mampu bangkit dengan mengalahkan Irlandia 3-0 dan Swedia 1-0. Mereka tetap tim kuat yang harus diperhitungkan di Euro 2016.

Ternyata susunan pertandingan babak 16 menguntungkan Belgia. Mereka menghadapi Hungaria di babak 16 besar, dan jika menang akan ditunggu oleh salah satu dari Wales dan Irlandia Utara. Peluang Irlandia lolos ke semifinal relati besar, karena materi pemainny lebih berkelas dibanding  tim-tim calon lawannya.

Bandingkan dengan juara bertahan Spanyol yang harus bertempur dengan Italia di babak 16 besar. Jika bisa lolos kemungkinan Jerman yang akan menghadang di perempat final. Para negara kuat yang disegani harus saling memukul terlalu dini.

Semuanya hanya kemungkinan diatas kertas. Pada akhirnya kemenangan ditentukan oleh performa di lapangan hijau.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/UEFA_Euro_2016
https://en.wikipedia.org/wiki/Belgium_national_football_team
http://www.uefa.com/uefaeuro/season=2016/matches/round=2000448/match=2017955/lineups/index.html