Persaingan antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sangat banyak menarik perhatian. Mereka bermain untuk dua klub raksasa yaitu Real Madrid dan Barcelona, yang setiap tahunnya menginginkan gelar kampion la liga dan UCL. Akhir-akhir ini mereka selalu menjadi dua kandidat utama untuk pemain terbaik dunia.
Keduanya luar biasa tajam dan punya rekor gol mengagumkan. Mereka berdua berada di puncak daftar top skorer liga champions sepanjang masa. Tabel berikut menunjukkan kejar-kejaran catatan gol UCL antara CR7 dan Lionel Messi dari tahun ke tahun.
Musim
Gol CR7
Gol Messi
2005-2006
0
1
2006-2007
3
1
2007-2008
8
6
2008-2009
4
9
2009-2010
7
8
2010-2011
6
12
2011-2012
10
14
2012-2013
12
8
2013-2014
17
8
2014-2015
10
10
2015-2016
16
6
2016-2017
4
11
Total
98
94
Christiano Ronaldo mencatat sejarah 12 April 2017 dengan mencatatkan 100 gol kompetisi Eropa atas namanya. CR7 mencetak dua gol yang dicetaknya hari itu dalam pertandingan perempat final UCL menghadapi Bayern Munchen. Dua gol tersebut tercatat sebagai golnya yang ke 99 dan ke 100 di kompetisi Eropa.
Sebagaimana bisa dilihat pada tabel diatas, 98 gol Eropa CR7 dicetak di liga Champions. Dua gol lagi dicetak pada piala super Eropa tahun 2015, saat Real Madrid menundukkan Sevilla 2-0. Dua gol itu diborong oleh Cristiano Ronaldo.
Berikut adalah cuplikan dari seluruh seratus gol Eropa Ronaldo tersebut.
Skuad Portugal yang menjuarai Euro 2016 didominasi pemain-pemain yang bermain di liga-liga asing. Dari 23 pemain yang dibawa, 16 diantaranya merumput di luar negeri, dan hanya 7 orang yang bermain untuk klub Portugal. Hal ini menunjukkan bahwa memang tempat ideal untuk karir pemain sepakbola adalah liga-liga besar seperti EPL, La Liga atau Bundesliga.
Tapi kalau kita runut perjalanan karir pemain-pemain ini, sebanyak 19 pemain pernah bermain untuk atau dibina oleh tiga klub besar Portugal: Sporting, Porto dan Benfica. CR7, Nani, Joao Moutinho dan Ricardo Quaresma adalah mantan pemain Sporting dan lulusan akademi Sporting. Pepe membangn reputasinya di Porto, sementara Bruno Alves dan Ricardo Carvalho adalah mantan pemain Porto yang juga lulusan akademi Porto. Bintang muda Renato Sanches dan André Gomes mantan pemain Benfica dan lulusan akademi Benfica.
Liga Portugal memang didominasi oleh Sporting, Porto dan Benfica. Benfica mengoleksi 35 gelar juara liga Portugal, disusul Porto dengan 27 gelar dan Sporting dengan 18 gelar. Hanya dua kali gelar juara Primeira Liga lepas dari tiga klub ini.
Situasi ini jelas lebih ideal daripada liga Jerman yang didominasi Bayern Munich atau liga Perancis dengan PSG terlalu kuat disbanding tim lainnya. Di Primeira Liga kompetisi hidup karena Sporting, Porto dan Benfica bersaing untuk menjadi yang terbaik. Pemain yang bersinar bersama klub kecil jadi punya kesempatan berprestasi lebih tinggi lagi Tentunya mereka juga akan merekrut pemain-pemain yang berprestasi bersama klub yang lebih kecil dan memberi kesempatan meraih prestasi yang lebih tinggi bersama klub besar.
Hebatnya lagi, ketiga klub ini juga serius dalam pengembangan pemain muda. Sebanyak 16 anggota skuad Portugal ke Euro 2016 adalah lulusan akademi salah satu dari tiga klub besar ini. Artinya, talenta pemain dikenali sejak dini oleh klub besar sehingga kemungkinan berkembangnya bisa optimal.
Final Euro 2016 antara Perancis vs Portugal. Kapten Portugal yaitu Cristiano Ronaldo mengalami cedera pada menit 25 dan harus meninggalkan lapangan. Jabatan sebagai kapten Portugal di lapangan beralih pada rekannya, Nani.
Nani dua tahun lebih muda dari Cristiano Ronaldo. Dahulu Cristiano Ronaldo dan Nani sempat bermain bersama di Manchester United. Talenta Nani tidak bisa dibantah, sehingga sempat ada harapan kalau suatu saat Nani akan menjadi setara CR7, salah satu pemain terbaik dunia saat ini.ta Sayangnya pamor Nani makin lama makin surut, agaknya karena performanya yang dianggap labil.
Demikianlah, di final piala Euro 2016, Nani yang labl itu harus menerima tongkat kepemimpinan timnas Portugal. Tantangan yang sangat berat secara teknis maupun non teknis. Tim Perancis lebih diunggulkan, punya pemain-pemain hebat, tampil ofensif dan tampil di hadapan pendukung sendiri.
Ternyata Nani menjawab tantangan itu dengan baik sekali. Menghadapai Perancis yang ofensif, Nani tampil baik untuk menunjukkan bahwa Portugal juga punya kemampuan untuk mengancam gawang Perancis dan tidak serta merta menjadi bulan-bulanan karena cederanya CR7.
Situs whoscored.com memberikan nilai 7.28 untuk Nani. Kapten dadadakan ini tercatat melepaskan dua tembakan ke gawang, lima kali melakukan dribel.dan tiga kali memberikan umpan silang. Nani juga tercatat. Barangkali indikasi betapa Nani menyusahkan Perancis adalah empat pelanggaran yang dilakukan pemain-pemain Perancis terhadapnya.
Ada seorang pemimpin lain yang membantu tugas Nani dalam pertandingan ini. Dia adalah Pepe, bek yang punya reputasi sebagai "penjahat", terutama terkait Lionel Messi. Bek Real Madrid ini tampil kokoh memimpin lini belakang Portugal yang diisi pemain-pemain yang belum banyak pengalaman membela timnas: bek kanan Cédric, bek kiri Raphaël Guerreiro dan bek tengah José Fonte.
Kerja keras Nani dan Pepe tidak sia-sia. Biarpun harus menghadpi gempuran terus-menerus dari Perancis, Portugal mampu memenangkan final Euro 2016 ini dengan skor 1-0. Ini adalah gelar piala Eropa pertama yang dimenangkan oleh Portugal.
Mungkin banyak orang berpendapat bahwa Portugal terlalu mengandalkan Cristiano Ronaldo. Akan halnya Perancis, mungkin sering dianggap sebagai tim yang solid yang tidak mengandalkan satu pemain tertentu. Walaupun begitu, tidak ada yang bisa membantah kalau nama Antoine Griezmann meroket saat ini berkat perannya di timnas Perancis di ajang Euro 2016 ini. Keduanya akan menjadi andalan negara masing-masing untuk berjuang memenangkan gelar piala Eropa 2016.
Tanggal
Partai
Pencetak Gol
Pencetak Assist
14-Juni-2016
Portugal vs Islandia
Nani
Andre Gomes
22-Juni-2016
Portugal vs Hungaria
Nani
Cristiano Ronaldo
22-Juni-2016
Portugal vs Hungaria
Cristiano Ronaldo
João Mário
22-Juni-2016
Portugal vs Hungaria
Cristiano Ronaldo
Ricardo Quaresma
25-Juni-2016
Portugal vs Kroasia
Ricardo Quaresma
30-Juni-2016
Portugal vs Polandia
Renato Sanches
Nani
06-Juli-2016
Portugal vs Wales
Cristiano Ronaldo
Raphael Guerreiro
06-Juli-2016
Portugal vs Wales
Nani
Cristiano Ronaldo
Tanggal
Partai
Pencetak Gol
Pencetak Assist
10-Juni-2016
Perancis vs Rumania
Olivier Giroud
Dimitri Payet
10-Juni-2016
Perancis vs Rumania
Dimitri Payet
N'Golo Kanté
15-Juni-2016
Perancis vs Albania
Antoine Griezmann
Adil Rami
15-Juni-2016
Perancis vs Albania
Dimitri Payet
26-Juni-2016
Perancis vs Irlandia
Antoine Griezmann
26-Juni-2016
Perancis vs Irlandia
Antoine Griezmann
Olivier Giroud
03-Juli-2016
Perancis vs Islandia
Olivier Giroud
Blaise Matuidi
03-Juli-2016
Perancis vs Islandia
Paul Pogba
Antoine Griezmann
03-Juli-2016
Perancis vs Islandia
Dimitri Payet
Antoine Griezmann
03-Juli-2016
Perancis vs Islandia
Antoine Griezmann
03-Juli-2016
Perancis vs Islandia
Olivier Giroud
Dimitri Payet
07-Juli-2016
Perancis vs Jerman
Antoine Griezmann
07-Juli-2016
Perancis vs Jerman
Antoine Griezmann
Statistik menunjukkan, bahwa pengaruh kedua pemain ini dalam membantu timnya mencetak gol hamper sama. Cristiano Ronaldo mencetak 3 gol dan memberikan 2 assists, yang artinya kontribusi langsungnya terhadap 8 gol Portugal di Euro 2016 mencapai 62.5%. Di pihak lain, Griezmann mencatatkan 6 gol dan 2 assist, yang dapat diartikan sebagai kontribusi langsung 61.53% terhadap 13 gol Perancis di ajang yang sama.
Portugal mencatatkan perbaikan di lini pertahanan dalam tiga partai terakhir. Menempatkan José Fonte sebagai bek tengah menggantikan pemain veteran Ricardo Carvalho agaknya memberi pengaruh positif. Hal yang sama dikatakan untuk dua bek sayap muda yaitu Cédric dan Raphael Guerreiro.
Perancis sebaliknya menunjukkan peningkatan di lini ofensif. Sembilan gol mereka cetak dalam tiga partai terakhir. Mereka sepertinya makin mantap menempatkan Olivier Giroud sebagai big man yang didukung oleh tiga gelandang serang yaitu Dimitri Payet, Antoine Griezmann dan Paul Pogba.
Melihat dari ganasnya lini depan Perancis akhir-akhir ini, rasanya mereka layak diunggulkan memenangkan partai final Euro 2016. Apalagi mereka bertindak sebagai tuan rumah. Namun jika pertandingan berlanjut sampai babak adu penalty, sepertinya Portugal menjadi pihak yang lebih siap.
Keberhasilan Real Madrid menjuarai liga champions mungkin masih menyimpan penasaran. Walaupun berstatus sebagai juara Eropa, rasanya tak lengkap karena Madrid tidak dominan di negeri sendiri. Sudah tiga musim Real Madrid tidak menjadi juara liga Spanyol.
Tapi cukup menarik bahwa ternyata saat Real Madrid menjuarai liga champions, mereka memang selalu tidak menjadi kampiun liga Spanyol. Hal ini dihitung sejak format liga champions dimulai pada tahun 1992. Artinya artikel ini tidak membahas enam juara european cup yang diraih Real Madrid tahun 1955-1956, 1956-1957, 1957-1958, 1958-1959, 1959-1960 dan 1965-1966.
Musim 1997-1998, kampiun liga Spanyol adalah Barcelona. Saat itu Real Madrid terpuruk di posisi keempat. Barcelona musim itu diasuh oleh Louis Van Gaal dan punya materi sekelas Vitor Baia, Pep Guardiola, Luis Figo dan Rivaldo. Louis Van Gaal berhasil Barcelona menjuarai la liga di musim pertamanya menangani Barcelona.
Saat itu sebenarnya liga Spanyol hanya punya dua jatah untuk lolos ke liga champions. Walaupun begitu, Real Madrid yang hanya menempati posisi keempat tetap berhak untuk mengikuti liga champions musim berikutnya. Hal ini adalah karena keberhasilan pasukan Jupp Heynkes menjuarai liga champions musim itu.
Real Madrid kala itu diperkuat oleh materi sekelas Roberto Carlos, Fernando Hierro, Fernando Redondo, Raúl, Fernando Morientes dan Predrag Mijatović. Perjalanan Madrid cukup meyakinkan sebelum mencapai final menghadapi Juventus. Gol tunggal Predrag Mijatović membawa Ral Madrid menjuarai liga champions musim 1997-1998 ini.
Dua musim berikutnya, gelar juara la liga 1999-2000 dimenangkan oleh Deportivo La Coruna. Saat itu Deportivo La Coruna ditangani oleh Javier Irureta. Diantara materi pemain andalan saat itu adalah Jacques Songo'o, Manuel Pablo, Flávio Conceição dan Roy Makaay.
Saat itu liga Spanyol sudah mendapat jatah tiga tempat di liga champions. Real Madrid yang diasuh Vicente Del Bosque kali ini menyelesaikan kompetisi di posisi kelima. Sekali lagi mereka tetap berhak mengikuti liga champions musim berikutnya karena sukses menjuarai liga champions musim itu.
Madrid sekarang sudah punya Michel Salgado, Ivan Helguera, Steve McManaman dan kiper muda Iker Casillas. Di final liga champions mereka mengalahkan Valencia dengan skor meyakinkan 3-0. Gol disumbangkan olah Steve McManaman, Fernando Morientes dan Raúl.
Musim 2001-2002, giliran Valencia yang menjadi kampiun liga Spanyol. Saat itu Valencia diasuh oleh Rafael Benítez. Diantara materi pemain Valencia saat itu adalah Santiago Cañizares, Mauricio Pellegrino, Roberto Ayala, Rubén Baraja, David Albelda dan Kily González. Mereka adalah tim yang cenderung defensif, hanya mencetak 51 gol dari 38 partai la liga.
Sekalipun hanya menempati posisi ketiga liga Spanyol, musim ini generasi Raúl, Roberto Carlos dan Fernando Hierro memenangkan liga champions untuk ketiga kalinya. Masih diasuh oleh Vicente Del Bosque, Real Madrid sudah diperkuat oleh Zinedine Zidane dan Luis Figo. Menghadapi Bayer Leverkusen di final liga champions, gol Raúl dibalas oleh Lúcio. Adalah gol Zinedine Zidane yang menjadikan Madrid memastikan diri memenangkan partai final ini dengan skor 2-1.
Setelah itu gelar kampiun Eropa meninggalkan Real Madrid 12 tahun lamanya. Dalam jangka waktu tersebut tentu generasi pun berganti. Ikon Madrid bukan lagi Raúl, sudah beralih ke Cristiano Ronaldo alias CR7.
Musim 2013-2014, Atlético Madrid meraih gelar juara liga Spanyol. Tim asuhan Diego Simeone ini menjadi kekuatan baru yang menantang dominasi Real Madrid dan Barcelona. Saat itu Atlético diperkuat nama-nama as seperti Thibaut Courtois, Diego Godin, Koke dan Diego Costa.
Meski menyelesaikan liga Spanyol di posisi ketiga, Real Madrid mampu merebut gelar juara liga Champions musim itu. Tim El Real kala itu diasuh oleh Carlo Ancelotti . Mereja punya pemain sekelas Iker Casillas, Sergio Ramos, Marcelo, Ángel Di María, Gareth Bale, Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.
Partai final liga Champions musim itu mempertemukan kedua tim Madrid. Diego Godin membawa Atlético unggul lebih dulu, yang baru mampu dibalas Sergio Ramos di penghujung pertandingan. Di babak perpanjangan waktu aksi ciamik Ángel Di María masih mampu dimentahkan oleh Thibaut Courtos, tapi bola mengarah ke Gareth Bale yang tidak menyia-nyiakan kesempatan menggetarkan gawang Altetico. Ditambah dua gol dari Marcelo dan Cristiano Ronaldo, Real Madrid menang 4-1
Musim ini 2015-2016, Barcelona sering disebut sebagai tim terkuat saat ini. Dibawah bimbingan Luis Enrique, Barca amat disegani dengan materi pemain sekelas Dani Alves, Andrés Iniesta, Neymar, Luis Suárez dan Lionel Messi. Gelar juara liga Spanyol musim ini menjadi milik mereka.
Tapi final liga Champions kembali mempertemukan dua tim asal Madrid seperti dua tahun sebelumnya, yang merupakan peringkat kedua dan ketiga la liga musim ini. Pasukan Diego Simeone tak lagi diperkuat Thibaut Courtois dan Diego Costa. Jan Oblak dan Anthony Griezmann didatangkan untuk menggantikan mereka.
Real Madrid sekarang diasuh oleh Zinedine Zidane, pahlawan pencetak gol kemenangan mereka saat menjuarai liga champions 2001-2002. Iker Casillas dan Ángel Di María sudah dilepas. Real Madrid kini punya Keylor Navas dan Casemiro, gelandang yang lebih defensif dibanding Di Maria.
Seperti dua musim sebelumnya, Sergio Ramos sukses menggetarkan gawang Atlético Madrid
[11:27, 31/5/2016] +62 817-775-337: Atlético mampu membalas lewat Yannick Carrasco, pemain sayap yang didatangkan di awal musim. Tidak ada gol lagi termasuk saat perpanjangan waktu. Laga berlanjut ke adu penalti.
Kelima penendang penalti Real Madrid berhasil mencetak gol. Mereka adalah pemain binaan sendiri Lucas Vázquez, disusul oleh Marcelo, Gareth Bale, Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo. Di pihak Atletico, Anthony Griezmann, gelandang senior Gabi dan rising star Saúl_Ñíguez sukses melakukan tugasnya. Sayangnya penendang keempat yaitu bek kanan Juanfran gagal karena tendangan membentur mistar.
Real Madrid memenangkan pertandingan ini lewat skor 1-1 dan skor penalti 5-3. Zinedine Zidane mencatatkan diri berhasil menjuarai liga champions bersama Real Madrid sebagai pemain dan sebagai pelatih.