Awal musim ini Alex Iwobi sukses merebut posisi utama di sayap kiri Arsenal. Sebagai tim yang terkenal dalam hal pembinaan pemain muda, mungkin kelihatannya wajar kalau pemain lulusan akademi sendiri seperti Alex Iwobi berhasil naik kelas sebagai pemain inti di tim senior. Pada kenyataannya, tidaklah mudah bagi lulusan akademi Arsenal untuk bisa merebut posisi inti di tim senior. Bagaimanapun juga Arsenal adalah klub yang berorientasi prestasi, dan para lulusan akademi harus bersaing dengan pemain-pemain yang didatangkan dari klub lain.
Alex Iwobi lahir di Nigeria, tapi sudah tinggal di Inggris sejak usia 4 tahun. Iwobi sudah bergabung dengan akademi Arsenal sejak tahun 2004 waktu masih berusia 7 atau 8 tahun. Transisi Iwobi dari akademi ke tim senior temasuk mulus. Musim lalu Iwobi sudah menjalani debut EPL saat berusia 19 tahun, mencatatatkan 13 penampilan dan mencetak 2 gol. Musim ini Iwobi sudah menjadi pilihan utama sebagai gelandang sayap kiri.
Pemain akademi lain yang melaju ke tim senior semulus Iwobi adalah bek kanan Hector Bellerin. Jebolan akademi Barcelona ini hijrah ke akademi Arsenal di usia 16 tahun. Saat berusia 19 tahun, pemuda Spanyol ini sudah masuk menjalani debut EPL di musim 2014-2015 karena cederanya para bek kanan senior yaitu Calum Chambers dan Mathieu Debuchy. Musim ini Bellerin sudah mantap menjadi pilihan utama di tim inti Arsenal sejak 2015-2016.
Kieran Gibbs juga sempat menjadi lulusan akademi yang sukses menjadi pilihan utama di tim senior, tapi akhirnya tergeser oleh Nacho Monreal. Menjalani debut EPL sejak usia 19 tahun, Gibbs berperan sebagai pelapis bek kiri utama, Gael Clichy , selama tiga musim. Di musim 2011-2012 Clichy hengkang dan Kieran Gibbs dipercaya menjadi bek kiri pilihan pertama. Sayangnya pemain berkebangsaan Inggris sering mengalami cedera, hingga akhirnya posisinya di tim inti diambil alih oleh Nacho Monreal yang didatangkan dari Malaga.
Ada lagi Francis Coquelin, yang talentanya dideteksi mantan pemain Arsenal Gilles Grimandi saat masih 17 tahun. Pemuda perancis ini menjalani debut EPL di musim 2011-2012 saat berusia 20 tahun. Setelah itu gelandang bertahan lebih sering dipinjamkan ke klub lain. Di musim 2014-2015 dipanggil dari Charlton Athletic karena banjir cedera yang melanda lini tengah Arsenal waktu itu. Sejak itu Coquelin sudah mencatatkan 45 penampilan bersama Arsenal. Coquelin mungkin belum bisa disebut pemain inti, tapi dia mendapatkan cukup banyak kesempatan bermain sekalipun harus berkompetisi dengan Santi Cazorla, Granit Xhaka dan Mohammed Elneny.
Seperti halnya Iwobi, striker Chuba Akpom punya darah Nigeria tapi besar di Inggris. Akpom ini menjalani debut EPL sebelum genap 19 tahun di musim 2013/2014. Sampai saat ini Akpom baru empat kali tampil di EPL bersama Arsenal karena lebih sering dipinjamkan ke klub kecil. Musim lalu saat dipinjamkan ke Hull City, Akpom ikut berkontribusi membawa klub tersebut promosi ke EPL.
Emiliano Martinez saat ini adalah kiper pilihan ketiga Arsenal. Penjaga gawang berusia 24 tahun asal Argentina ini sebelumnya lebih sering dipinjamkan ke klub-klub divisi bawah. Kiper lulusan akdame Arsenal ini agaknya masih sulit bersaing dengan Petr Cech dan David Ospina.
Diantara para pemain lulusan akademi Arsenal yang ada di tim senior, Jeff Reine-Adelaide adalah yang paling muda. Gelandang berkebangsaan Perancis ini baru berusia 18 tahun. Jeff Reine-Adelaide baru tampil sekali di tim senior sebagai pemain pengganti di suatu partai piala FA.
Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Arsenal_F.C.
https://en.wikipedia.org/wiki/Alex_Iwobi
https://en.wikipedia.org/wiki/H%C3%A9ctor_Beller%C3%ADn
https://en.wikipedia.org/wiki/Kieran_Gibbs
https://en.wikipedia.org/wiki/Nacho_Monreal
https://en.wikipedia.org/wiki/Francis_Coquelin
https://en.wikipedia.org/wiki/Chuba_Akpom
https://en.wikipedia.org/wiki/Emiliano_Mart%C3%ADnez
https://en.wikipedia.org/wiki/Jeff_Reine-Ad%C3%A9la%C3%AFde
Monday, 31 October 2016
Sunday, 30 October 2016
Tottenham Hotspurs Yang Terlalu Sering Seri
Di pekan ke 10 EPL musim 2016-2017, Tottenham Hotspurs mulai tercecer ke posisi kelima. Manchester City, Arsenal dan Liverpool berebut urutan teratas di dengan poin sama-sama 23, dan Chelsea menyusul di posisi keempat dengan poin 22. Padahal Spurs adalah satu-satunya tim EPL yang belum terkalahkan musim ini
Tottenham Hospurs sempat menempati posisi runner-up pada pekan ketujuh EPL. Tapi tiga partai seri berurutan di tiga pekan terakhir memaksa mereka sedikit menjauh dari persaingan memperebutkan puncak klasemen. Spurs memang adalah tim yang paling banyak meraup seri musim ini di EPL. Mereka sudah memainkan lima partai dengan hasil seri.
Kalau ditelaah lebih lanjut, banyaknya hasil seri yang dialami Tottenham Hotspurs mungkin menunjukkan bahkan mereka kurang banyak membuat gol. Dari 10 pekan perdana EPL musim ini, Spurs baru mencatatkan 14 gol. Produktivitas gol Tottenham agak jauh tertinggal dari Manchester City (24 gol), Liverpool (24 gol), Arsenal (23 gol) dan Chelsea (21 gol).
Para tim papan atas EPL saat ini memang haus gol dibandingkan musim sebelumnya.Di musim 2015-2016 tim paling produktif yaitu Manchester City "hanya" mencatatkan 71 gol dari 38 pertandingan, atau rata-rata sekitar 1.87 gol per laga. Rata-rata produktivitas gol Manchester City musim ini bersama Pep Guardiola adalah 24 gol dari 10 pertandingan, atau 2.4 gol per laga.
Kesimpulannya, Tottenham Hotspurs harus meningkatkan ketajaman di depan gawang lawan jika ingin tetap bersaing memperebutkan gear juara EPL musim ini. Cederanya Harry Kane tidak bisa dijadikan alasan. Manajer Mauricio Pochettino harus segera menemukan solusi untuk mendongkrak produktivitas gol Tottenham Hospurs.
Referensi:https://en.wikipedia.org/wiki/2016%E2%80%9317_Premier_League
https://en.wikipedia.org/wiki/2015%E2%80%9316_Premier_League
https://en.wikipedia.org/wiki/2016%E2%80%9317_Tottenham_Hotspur_F.C._season
Tottenham Hospurs sempat menempati posisi runner-up pada pekan ketujuh EPL. Tapi tiga partai seri berurutan di tiga pekan terakhir memaksa mereka sedikit menjauh dari persaingan memperebutkan puncak klasemen. Spurs memang adalah tim yang paling banyak meraup seri musim ini di EPL. Mereka sudah memainkan lima partai dengan hasil seri.
Kalau ditelaah lebih lanjut, banyaknya hasil seri yang dialami Tottenham Hotspurs mungkin menunjukkan bahkan mereka kurang banyak membuat gol. Dari 10 pekan perdana EPL musim ini, Spurs baru mencatatkan 14 gol. Produktivitas gol Tottenham agak jauh tertinggal dari Manchester City (24 gol), Liverpool (24 gol), Arsenal (23 gol) dan Chelsea (21 gol).
Para tim papan atas EPL saat ini memang haus gol dibandingkan musim sebelumnya.Di musim 2015-2016 tim paling produktif yaitu Manchester City "hanya" mencatatkan 71 gol dari 38 pertandingan, atau rata-rata sekitar 1.87 gol per laga. Rata-rata produktivitas gol Manchester City musim ini bersama Pep Guardiola adalah 24 gol dari 10 pertandingan, atau 2.4 gol per laga.
Kesimpulannya, Tottenham Hotspurs harus meningkatkan ketajaman di depan gawang lawan jika ingin tetap bersaing memperebutkan gear juara EPL musim ini. Cederanya Harry Kane tidak bisa dijadikan alasan. Manajer Mauricio Pochettino harus segera menemukan solusi untuk mendongkrak produktivitas gol Tottenham Hospurs.
Referensi:https://en.wikipedia.org/wiki/2016%E2%80%9317_Premier_League
https://en.wikipedia.org/wiki/2015%E2%80%9316_Premier_League
https://en.wikipedia.org/wiki/2016%E2%80%9317_Tottenham_Hotspur_F.C._season
Saturday, 29 October 2016
Ampuhnya Resep Baru Arsene Wenger
Arsenal mengawali musim ini dengan tidak meyakinkan, kalah 3-4 dari Liverpool di partai perdana lalu ditahan 0-0 oleh Leicester City. Tapi saat ini setelah sepuluh pekan mereka berada di posisi kedua, hanya kalah selisih gol dari pimpinan klasemen klasemen Manchester City. Kalau dianalisis, ada setidaknya tiga faktor penting dari pencapaian Arsenal ini.
Agaknya Wenger sejak awal sudah memutuskan bahwa dengan formasi 4-2-3-1 yang akan menjadi penyerang tunggal di musim ini adalah Alexis Sanchez (dalam 10 pekan mencatatkan 6 gol 3 assist). Mesut Ozil (3 gol 1 assist) mendukung dibelakangnya sebagai gelandang serang. Theo Walcott (5 gol 2 assist) ternyata lebih trengginas jika berkonsentrasi sebagai sayap kanan daripada menjadi penyerang seperti musim-musim sebelumnya.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah kebijakan transfer yang bagus di awal musim. Bek tengah berkebangsaan Jerman Shkodran Mustafi yang konon didatangkan dengan biaya transfer 35 juta poundsterling dari Valencia sudah menjadi bek tengah pilihan utama berpasangan dengan Laurent Koscielny (2 gol). Gelandang Swiss Granit Xhaka (1 gol) yang konon didatangkan dengan nilai transfer 30 juta poundsterling dari Borussia Monchengladbach cukup mampu bersaing meperebutkan satu posisi di posisi gelandang bertahan dengan Santi Cazorla (2 gol 2 assist), Francis Coquelin dan rekrutan baru lainnya, Mohammed Elneny (1 assist).
Rekrutan mahal lain yaitu penyerang Lucas Perez dijadikan pelapis Alexis Sanchez. Penyerang berkebangsaan Spanyol ini konon biaya transfernya dari Deportivo La Coruna mencapai 17.1 juta poundsterling. Rob Holding, bek tengah berkebangsaan Inggris yang didatangkan dari Bolton Wanderers sudah tampil tiga kali untuk Arsenal di EPL.
Faktor ketiga adalah Arsenal menghargai persaingan antar pemain memperebutkan posisi inti. Posisi gelandang sayap kiri yang tadinya milik Alex Oxlade Chamberlain (1 gol 1 assist) sekarang beralih ke Alex Iwobi (3 assist). Penyerang andalan tahun lalu, Olivier Giroud walau selalu tampil sebagai pemain pengganti saat ini sudah mencatatkan 2 gol. Begitupun Kieran Gibbs (1 assist) sepertinya masih berusaha untuk menggeser posisi bek kiri dari Nacho Monreal ().
14-08-2016 Arsenal vs Liverpool 3-4
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Rob Holding (CB), Calum Chambers (CB), Nacho Monreal (LB), Francis Coquelin (DCM), Mohammed Elneny (DCM)/(67' Granit Xhaka), Theo Walcott (ARM), Aaron Ramsey (AMC)/(61' Santi Cazorla), Alex Iwobi (AML)/(59' Alex Oxlade Chamberlain), Alexis Sanchez (ST)
Goal 1 Theo Walcott 31', assist Alex Iwobi
Goal 2 Alex Oxlade Chamberlain 64', assist Santi Cazorla
Goal 3 Calum Chambers 75', assist Santi Cazorla
20-08-2016 Leicester vs Arsenal 0-0
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Rob Holding (CB), Laurent Koscielny (CB), Nacho Monreal (LB), Francis Coquelin (DCM), Granit Xhaka (DCM)/(73' Jack Wilshere), Theo Walcott (ARM), Santi Cazorla (AMC)/(73' Mesut Ozil), Alex Oxlade Chamberlain (AML)/(78' Olivier Giroud), Alexis Sanchez (ST)
27-08-2016 Watford vs Arsenal 1-3
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Rob Holding (CB), Laurent Koscielny (CB), Nacho Monreal (LB)/(74' Kieran Gibbs), Santi Cazorla (DCM), Granit Xhaka (DCM), Theo Walcott (ARM), Mesut Ozil (AMC)/(70' Jack Wilshere), Alex Oxlade Chamberlain (AML)/(70' Mohammed Elneny), Alexis Sanchez (ST)
Goal 1 Santi Cazorla 9' (penalty kick)
Goal 2 Alexis Sanchez 40' (assist Theo Walcott)
Goal 3 Mesut Ozil 45' (assist Alexis Sanchez)
10-09-2016 Arsenal vs Southampton 2-1
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Shkodran Mustafi (CB), Laurent Koscielny (CB), Nacho Monreal (LB), Santi Cazorla (DCM), Francis Coquelin (DCM), Theo Walcott (ARM)/(75' Alex Iwobi), Mesut Ozil (AMC), Alex Oxlade Chamberlain (AML)/(62' Olivier Giroud), Lucas Perez (ST)/(62' Alexis Sanchez)
Goal 1 Laurent Koscielny 29'
Goal 2 Santi Cazorla 90+3' (penalty kick)
17-09-2016 Hull vs Arsenal 1-4
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Shkodran Mustafi (CB), Laurent Koscielny (CB), Nacho Monreal (LB), Francis Coquelin (DCM), Santi Cazorla (DCM)/(67' Granit Xhaka), Theo Walcott (ARM)/(88' Lucas Perez), Mesut Ozil (AMC), Alex Iwobi (AML)/(77' Mohammed Elneny), Alexis Sanchez (ST)
Goal 1 Alexis Sanchez 17' (assist Alex Iwobi)
Goal 2 Theo Walcott 55' (assist Alex Iwobi)
Goal 3 Alexis Sanchez 83'
Goal 4 Granit Xhaka 90+1' (assist Mohammed Elneny)
24-09-2016 Arsenal vs Chelsea 3-0
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Shkodran Mustafi (CB), Laurent Koscielny (CB), Nacho Monreal (LB), Santi Cazorla (DCM), Francis Coquelin (DCM)/(32' Granit Xhaka), Theo Walcott (ARM), Mesut Ozil (AMC), Alex Iwobi (AML)/(69' Kieran Gibbs), Alexis Sanchez (ST)/(79' Olivier Giroud)
Goal 1 Alexis Sanchez 11'
Goal 2 Theo Walcott 14' (assist Hector Bellerin)
Goal 2 Mesut Ozil 40' (assist Alexis Sanchez)
02-10-2016 Burnley vs Arsenal 0-1
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Shkodran Mustafi (CB), Laurent Koscielny (CB), Nacho Monreal (LB), Santi Cazorla (DCM), Granit Xhaka (DCM)/(71' Mohammed Elneny), Theo Walcott (ARM), Mesut Ozil (AMC), Alex Iwobi (AML)/(71' Alex Oxlade Chamberlain), Alexis Sanchez (ST)
Goal 1 Laurent Koscielny 90+2' (assist Theo Walcott)
15-10-2016 Arsenal vs Swansea 3-2
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Shkodran Mustafi (CB), Laurent Koscielny (CB), Nacho Monreal (LB), Santi Cazorla (DCM), Granit Xhaka (DCM), Theo Walcott (ARM), Mesut Ozil (AMC)/(83' Kieran Gibbs), Alex Iwobi (AML)/(68' Francis Coquelin), Alexis Sanchez (ST)/(82' Alex Oxlade Chamberlain)
Goal 1 Theo Walcott 27'
Goal 2 Theo Walcott 33'
Goal 3 Mesut Ozil 57' (assist Alexis Sanchez)
22-10-2016 Arsenal vs Middlesbrough 0-0
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Shkodran Mustafi (CB), Laurent Koscielny (CB), Nacho Monreal (LB), Mohammed Elneny (DCM)/(74' Alex Oxlade Chamberlain), Francis Coquelin (DCM), Theo Walcott (ARM), Mesut Ozil (AMC), Alex Iwobi (AML)/(67' Lucas Perez), Alexis Sanchez (ST)
29-10-2016 Sunderland vs Arsenal 1-4
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Shkodran Mustafi (CB), Laurent Koscielny (CB), Kieran Gibbs (LB), Francis Coquelin (DCM)/(89' Ainsley Maitland-Niles), Mohammed Elneny (DCM), Alex Oxlade Chamberlain (ARM)/(77' Aaron Ramsey), Mesut Ozil (AMC), Alex Iwobi (AML)/(69' Olivier Giroud), Alexis Sanchez (ST)
Goal 1 Alexis Sanchez 19' (assist Alex Oxlade Chamberlain)
Goal 2 Olivier Giroud 71' (assist Kieran Gibbs)
Goal 3 Olivier Giroud 76' (assist Mesut Ozil)
Goal 1 Alexis Sanchez 78' (assist Aaron Ramsey)
Catatan :
- GK : goalkeeper
- RB : right back
- CB : central back
- LB : left back
- DCM : defensive central midfielder
- RM : right midfielder
- ACM : attacking central midfielder
- LM : left midfielder
- ST : striker
Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/2016%E2%80%9317_Arsenal_F.C._season
https://www.whoscored.com/Teams/13/Fixtures/England-Arsenal
https://www.whoscored.com/Matches/1080506/Live/England-Premier-League-2016-2017-Arsenal-Liverpool
https://www.whoscored.com/Matches/1080526/Live/England-Premier-League-2016-2017-Leicester-Arsenal
https://www.whoscored.com/Matches/1080544/Live/England-Premier-League-2016-2017-Watford-Arsenal
https://www.whoscored.com/Matches/1080546/Live/England-Premier-League-2016-2017-Arsenal-Southampton
https://www.whoscored.com/Matches/1080559/Live/England-Premier-League-2016-2017-Hull-Arsenal
https://www.whoscored.com/Matches/1080566/Live/England-Premier-League-2016-2017-Arsenal-Chelsea
https://www.whoscored.com/Matches/1080583/Live/England-Premier-League-2016-2017-Burnley-Arsenal
https://www.whoscored.com/Matches/1080603/Live/England-Premier-League-2016-2017-Arsenal-Swansea
https://www.whoscored.com/Matches/1080582/Live/England-Premier-League-2016-2017-Arsenal-Middlesbrough
https://www.whoscored.com/Matches/1080612/Live/England-Premier-League-2016-2017-Sunderland-Arsenal
Agaknya Wenger sejak awal sudah memutuskan bahwa dengan formasi 4-2-3-1 yang akan menjadi penyerang tunggal di musim ini adalah Alexis Sanchez (dalam 10 pekan mencatatkan 6 gol 3 assist). Mesut Ozil (3 gol 1 assist) mendukung dibelakangnya sebagai gelandang serang. Theo Walcott (5 gol 2 assist) ternyata lebih trengginas jika berkonsentrasi sebagai sayap kanan daripada menjadi penyerang seperti musim-musim sebelumnya.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah kebijakan transfer yang bagus di awal musim. Bek tengah berkebangsaan Jerman Shkodran Mustafi yang konon didatangkan dengan biaya transfer 35 juta poundsterling dari Valencia sudah menjadi bek tengah pilihan utama berpasangan dengan Laurent Koscielny (2 gol). Gelandang Swiss Granit Xhaka (1 gol) yang konon didatangkan dengan nilai transfer 30 juta poundsterling dari Borussia Monchengladbach cukup mampu bersaing meperebutkan satu posisi di posisi gelandang bertahan dengan Santi Cazorla (2 gol 2 assist), Francis Coquelin dan rekrutan baru lainnya, Mohammed Elneny (1 assist).
Rekrutan mahal lain yaitu penyerang Lucas Perez dijadikan pelapis Alexis Sanchez. Penyerang berkebangsaan Spanyol ini konon biaya transfernya dari Deportivo La Coruna mencapai 17.1 juta poundsterling. Rob Holding, bek tengah berkebangsaan Inggris yang didatangkan dari Bolton Wanderers sudah tampil tiga kali untuk Arsenal di EPL.
Faktor ketiga adalah Arsenal menghargai persaingan antar pemain memperebutkan posisi inti. Posisi gelandang sayap kiri yang tadinya milik Alex Oxlade Chamberlain (1 gol 1 assist) sekarang beralih ke Alex Iwobi (3 assist). Penyerang andalan tahun lalu, Olivier Giroud walau selalu tampil sebagai pemain pengganti saat ini sudah mencatatkan 2 gol. Begitupun Kieran Gibbs (1 assist) sepertinya masih berusaha untuk menggeser posisi bek kiri dari Nacho Monreal ().
14-08-2016 Arsenal vs Liverpool 3-4
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Rob Holding (CB), Calum Chambers (CB), Nacho Monreal (LB), Francis Coquelin (DCM), Mohammed Elneny (DCM)/(67' Granit Xhaka), Theo Walcott (ARM), Aaron Ramsey (AMC)/(61' Santi Cazorla), Alex Iwobi (AML)/(59' Alex Oxlade Chamberlain), Alexis Sanchez (ST)
Goal 1 Theo Walcott 31', assist Alex Iwobi
Goal 2 Alex Oxlade Chamberlain 64', assist Santi Cazorla
Goal 3 Calum Chambers 75', assist Santi Cazorla
20-08-2016 Leicester vs Arsenal 0-0
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Rob Holding (CB), Laurent Koscielny (CB), Nacho Monreal (LB), Francis Coquelin (DCM), Granit Xhaka (DCM)/(73' Jack Wilshere), Theo Walcott (ARM), Santi Cazorla (AMC)/(73' Mesut Ozil), Alex Oxlade Chamberlain (AML)/(78' Olivier Giroud), Alexis Sanchez (ST)
27-08-2016 Watford vs Arsenal 1-3
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Rob Holding (CB), Laurent Koscielny (CB), Nacho Monreal (LB)/(74' Kieran Gibbs), Santi Cazorla (DCM), Granit Xhaka (DCM), Theo Walcott (ARM), Mesut Ozil (AMC)/(70' Jack Wilshere), Alex Oxlade Chamberlain (AML)/(70' Mohammed Elneny), Alexis Sanchez (ST)
Goal 1 Santi Cazorla 9' (penalty kick)
Goal 2 Alexis Sanchez 40' (assist Theo Walcott)
Goal 3 Mesut Ozil 45' (assist Alexis Sanchez)
10-09-2016 Arsenal vs Southampton 2-1
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Shkodran Mustafi (CB), Laurent Koscielny (CB), Nacho Monreal (LB), Santi Cazorla (DCM), Francis Coquelin (DCM), Theo Walcott (ARM)/(75' Alex Iwobi), Mesut Ozil (AMC), Alex Oxlade Chamberlain (AML)/(62' Olivier Giroud), Lucas Perez (ST)/(62' Alexis Sanchez)
Goal 1 Laurent Koscielny 29'
Goal 2 Santi Cazorla 90+3' (penalty kick)
17-09-2016 Hull vs Arsenal 1-4
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Shkodran Mustafi (CB), Laurent Koscielny (CB), Nacho Monreal (LB), Francis Coquelin (DCM), Santi Cazorla (DCM)/(67' Granit Xhaka), Theo Walcott (ARM)/(88' Lucas Perez), Mesut Ozil (AMC), Alex Iwobi (AML)/(77' Mohammed Elneny), Alexis Sanchez (ST)
Goal 1 Alexis Sanchez 17' (assist Alex Iwobi)
Goal 2 Theo Walcott 55' (assist Alex Iwobi)
Goal 3 Alexis Sanchez 83'
Goal 4 Granit Xhaka 90+1' (assist Mohammed Elneny)
24-09-2016 Arsenal vs Chelsea 3-0
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Shkodran Mustafi (CB), Laurent Koscielny (CB), Nacho Monreal (LB), Santi Cazorla (DCM), Francis Coquelin (DCM)/(32' Granit Xhaka), Theo Walcott (ARM), Mesut Ozil (AMC), Alex Iwobi (AML)/(69' Kieran Gibbs), Alexis Sanchez (ST)/(79' Olivier Giroud)
Goal 1 Alexis Sanchez 11'
Goal 2 Theo Walcott 14' (assist Hector Bellerin)
Goal 2 Mesut Ozil 40' (assist Alexis Sanchez)
02-10-2016 Burnley vs Arsenal 0-1
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Shkodran Mustafi (CB), Laurent Koscielny (CB), Nacho Monreal (LB), Santi Cazorla (DCM), Granit Xhaka (DCM)/(71' Mohammed Elneny), Theo Walcott (ARM), Mesut Ozil (AMC), Alex Iwobi (AML)/(71' Alex Oxlade Chamberlain), Alexis Sanchez (ST)
Goal 1 Laurent Koscielny 90+2' (assist Theo Walcott)
15-10-2016 Arsenal vs Swansea 3-2
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Shkodran Mustafi (CB), Laurent Koscielny (CB), Nacho Monreal (LB), Santi Cazorla (DCM), Granit Xhaka (DCM), Theo Walcott (ARM), Mesut Ozil (AMC)/(83' Kieran Gibbs), Alex Iwobi (AML)/(68' Francis Coquelin), Alexis Sanchez (ST)/(82' Alex Oxlade Chamberlain)
Goal 1 Theo Walcott 27'
Goal 2 Theo Walcott 33'
Goal 3 Mesut Ozil 57' (assist Alexis Sanchez)
22-10-2016 Arsenal vs Middlesbrough 0-0
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Shkodran Mustafi (CB), Laurent Koscielny (CB), Nacho Monreal (LB), Mohammed Elneny (DCM)/(74' Alex Oxlade Chamberlain), Francis Coquelin (DCM), Theo Walcott (ARM), Mesut Ozil (AMC), Alex Iwobi (AML)/(67' Lucas Perez), Alexis Sanchez (ST)
29-10-2016 Sunderland vs Arsenal 1-4
Formasi 4-2-3-1 : Petr Cech (GK), Hector Bellerin (RB), Shkodran Mustafi (CB), Laurent Koscielny (CB), Kieran Gibbs (LB), Francis Coquelin (DCM)/(89' Ainsley Maitland-Niles), Mohammed Elneny (DCM), Alex Oxlade Chamberlain (ARM)/(77' Aaron Ramsey), Mesut Ozil (AMC), Alex Iwobi (AML)/(69' Olivier Giroud), Alexis Sanchez (ST)
Goal 1 Alexis Sanchez 19' (assist Alex Oxlade Chamberlain)
Goal 2 Olivier Giroud 71' (assist Kieran Gibbs)
Goal 3 Olivier Giroud 76' (assist Mesut Ozil)
Goal 1 Alexis Sanchez 78' (assist Aaron Ramsey)
Catatan :
- GK : goalkeeper
- RB : right back
- CB : central back
- LB : left back
- DCM : defensive central midfielder
- RM : right midfielder
- ACM : attacking central midfielder
- LM : left midfielder
- ST : striker
Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/2016%E2%80%9317_Arsenal_F.C._season
https://www.whoscored.com/Teams/13/Fixtures/England-Arsenal
https://www.whoscored.com/Matches/1080506/Live/England-Premier-League-2016-2017-Arsenal-Liverpool
https://www.whoscored.com/Matches/1080526/Live/England-Premier-League-2016-2017-Leicester-Arsenal
https://www.whoscored.com/Matches/1080544/Live/England-Premier-League-2016-2017-Watford-Arsenal
https://www.whoscored.com/Matches/1080546/Live/England-Premier-League-2016-2017-Arsenal-Southampton
https://www.whoscored.com/Matches/1080559/Live/England-Premier-League-2016-2017-Hull-Arsenal
https://www.whoscored.com/Matches/1080566/Live/England-Premier-League-2016-2017-Arsenal-Chelsea
https://www.whoscored.com/Matches/1080583/Live/England-Premier-League-2016-2017-Burnley-Arsenal
https://www.whoscored.com/Matches/1080603/Live/England-Premier-League-2016-2017-Arsenal-Swansea
https://www.whoscored.com/Matches/1080582/Live/England-Premier-League-2016-2017-Arsenal-Middlesbrough
https://www.whoscored.com/Matches/1080612/Live/England-Premier-League-2016-2017-Sunderland-Arsenal
Friday, 28 October 2016
Penalti Yang Diulang Enam Kali
Tendangan penalti adalah hal yang sering ditemui dalam sebuah pertandingan. Tendangan penalti yang harus diulangi juga bukan hal aneh. Tapi bagaimama untuk tendangan penalti yang harus diulang sampai lima kali.
Kejadian ini berlangsung di Olimpiade 2004 Yunani. Dua tim yang bertanding adalah Tunisia dan Serbia, dan wasit yang memimpin pertandingan adalah Charles Ariiotima dari Tahiti. Tunisia mendapatkan tendangan penalti dan striker Mohamed Jedidi ditunjuk untuk melakukan eksekusi menghadapi kiper Serbia, Nikola Milojevic.
Jedidi mengeksekusi tendangan penalti dengan sukses. Tapi wasit memerintahkan untuk mengulang tendangan penalti karena pemain Tunisia lain dinilai memasuki kotak penalti. Hal yang sama berulang pada tendangan kedua dan ketiga Jedidi.
Pada tendangan keempat, kiper Nikola Milojevic sukses mementahkan tendangan penalti Jedidi. Lagi-lagi wasit memerintahkan untuk mengulangi tendangan penalti. Kali ini pemain Serbia lain yang dinilai memasuki kotak penalti. hal ini berulang pada tendangan kelima.
Jedidi akhirnya sukses mengeksekusi penalti ini pada kesempatan keenam. Hasil akhir pertandingan ini adalah 3-2 untuk kemenangan Tunisia.
Referensi:
http://www.abc.net.au/news/2004-08-18/six-time-taken-penalty-hands-tunisia-victory/2027616
Kejadian ini berlangsung di Olimpiade 2004 Yunani. Dua tim yang bertanding adalah Tunisia dan Serbia, dan wasit yang memimpin pertandingan adalah Charles Ariiotima dari Tahiti. Tunisia mendapatkan tendangan penalti dan striker Mohamed Jedidi ditunjuk untuk melakukan eksekusi menghadapi kiper Serbia, Nikola Milojevic.
Jedidi mengeksekusi tendangan penalti dengan sukses. Tapi wasit memerintahkan untuk mengulang tendangan penalti karena pemain Tunisia lain dinilai memasuki kotak penalti. Hal yang sama berulang pada tendangan kedua dan ketiga Jedidi.
Pada tendangan keempat, kiper Nikola Milojevic sukses mementahkan tendangan penalti Jedidi. Lagi-lagi wasit memerintahkan untuk mengulangi tendangan penalti. Kali ini pemain Serbia lain yang dinilai memasuki kotak penalti. hal ini berulang pada tendangan kelima.
Jedidi akhirnya sukses mengeksekusi penalti ini pada kesempatan keenam. Hasil akhir pertandingan ini adalah 3-2 untuk kemenangan Tunisia.
Referensi:
http://www.abc.net.au/news/2004-08-18/six-time-taken-penalty-hands-tunisia-victory/2027616
Thursday, 27 October 2016
Saat MU Tampil Dengan Tiga Bek Kiri
Ada sesuatu yang menarik saat Manchester United menjamu Manchester City di piala liga 26 Oktober 2016 ini. Dalam pertandingan yang berakhir 1-0 untuk keunggulan tuan rumah itu MU tampil dengan formasi empat bek. Diantara para pemain yang bermain sejak menit pertama, ada tiga pemain yang bisa bermain sebagai bek kiri.
Luke Shaw sepertinya tidak tergoyahkan sebagai bek kiri andalan MU. Pemain yang tahun lalu absen lama karena cedera panjang itu sukses merebut posisi kembali bek kiri inti di era Mourinho. Reputasi Luke Shaw memang sebagai bek kiri dengan naluri serang dan agaknya belum pernah dicoba di posisi lain.
Daley Blind adalah pemain serba bisa, bisa menempati posisi gelandang bertahan, bek kiri dan bek tengah. Sebelum partai menghadapi Manchester City tersebut Blind memang sudah pernah dimainkan sebagai bek tengah oleh Jose Mourinho. Kemampuan teknis seharusnya memadai dan posturnya juga cukup tinggi (180 cm). Mungkin Blind hanya perlu membiasakan diri agar nyaman sebagai bek tengah.
Marcos Rojo sempat cukup sering bermain sebagai bek tengah bagi Sporting Lisbon. Artinya posisi bek tengah bukan hal baru bagi pemain Argentina setinggi 187 cm ini. Jika sukses menjadi bek tengah MU, Rojo jadi punya kesempatan memperbaiki pamornya yang sebelumnya redup di Old Trafford.
Peluang bermain untuk Marcos Rojo dan Daley Blind terus berduet sebagai bek tengah MU cukup besar. Bek tengah pilihan Eric Bailly sedang cedera panjang, dan setelah sembuh kemungkinan akan absen cukup lama awal tahun depan karena tampil di piala Afrika. Jika Marcos Rojo dan Daley Blind mampu menunjukkan performa yang solid dan konsisten, mereka punya potensi untuk ditampilkan di banyak pertandingan.
Selain mereka bertiga, ada Matteo Darmian yang juga bisa bermain sebagai bek kiri. Pemain Italia ini posisi asalnya adalah bek kanan. Artinya, MU bisa saja tampil dengan empat bek yang semuanya bisa menjadi bek kiri : Luke Shaw sebagai bek kiri, Marcos Rojo dan Daley Blind sebagai bek tengah dan Matteo Darmian sebagai bek kanan.
Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Luke_Shaw
https://en.wikipedia.org/wiki/Daley_Blind
https://en.wikipedia.org/wiki/Marcos_Rojo
http://www.espnfcasia.com/manchester-united/story/2921734/matteo-darmian-happy-to-play-left-back-for-manchester-united
Luke Shaw sepertinya tidak tergoyahkan sebagai bek kiri andalan MU. Pemain yang tahun lalu absen lama karena cedera panjang itu sukses merebut posisi kembali bek kiri inti di era Mourinho. Reputasi Luke Shaw memang sebagai bek kiri dengan naluri serang dan agaknya belum pernah dicoba di posisi lain.
Daley Blind adalah pemain serba bisa, bisa menempati posisi gelandang bertahan, bek kiri dan bek tengah. Sebelum partai menghadapi Manchester City tersebut Blind memang sudah pernah dimainkan sebagai bek tengah oleh Jose Mourinho. Kemampuan teknis seharusnya memadai dan posturnya juga cukup tinggi (180 cm). Mungkin Blind hanya perlu membiasakan diri agar nyaman sebagai bek tengah.
Marcos Rojo sempat cukup sering bermain sebagai bek tengah bagi Sporting Lisbon. Artinya posisi bek tengah bukan hal baru bagi pemain Argentina setinggi 187 cm ini. Jika sukses menjadi bek tengah MU, Rojo jadi punya kesempatan memperbaiki pamornya yang sebelumnya redup di Old Trafford.
Peluang bermain untuk Marcos Rojo dan Daley Blind terus berduet sebagai bek tengah MU cukup besar. Bek tengah pilihan Eric Bailly sedang cedera panjang, dan setelah sembuh kemungkinan akan absen cukup lama awal tahun depan karena tampil di piala Afrika. Jika Marcos Rojo dan Daley Blind mampu menunjukkan performa yang solid dan konsisten, mereka punya potensi untuk ditampilkan di banyak pertandingan.
Selain mereka bertiga, ada Matteo Darmian yang juga bisa bermain sebagai bek kiri. Pemain Italia ini posisi asalnya adalah bek kanan. Artinya, MU bisa saja tampil dengan empat bek yang semuanya bisa menjadi bek kiri : Luke Shaw sebagai bek kiri, Marcos Rojo dan Daley Blind sebagai bek tengah dan Matteo Darmian sebagai bek kanan.
Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Luke_Shaw
https://en.wikipedia.org/wiki/Daley_Blind
https://en.wikipedia.org/wiki/Marcos_Rojo
http://www.espnfcasia.com/manchester-united/story/2921734/matteo-darmian-happy-to-play-left-back-for-manchester-united
Wednesday, 26 October 2016
Tuesday, 25 October 2016
"Bundesliga Connection" di Liverpool
Di masa jaya Arsene Wenger bersama Arsenal, istilah French connection merebak. Manajer asal Perancis itu sering membawa pemain asal Perancis ke Arsenal. Nama-nama Thierry Henry, Robert Pires dan Patrick Vieira sudah menjadi legenda bagi tim gudang peluru ini. Saat ini pun ada sejumlah pemain Perancis di Arsenal, seperti Laurent Koscielny, Francis Coquelin dan Olivier Giroud.
Hal ini sebenarnya positif-positif saja. Arsene Wenger berasal dari negara yang sepakbolanya kuat, dan bisa mendeteksi talenta-talenta asal negaranya yang layak dibawa ke Inggris. Tentu ada satu catatan, bahwa tim pada akhirnya butuh hasil akhir berupa prestasi.
Begitu pula dengan Jurgen Klopp di Liverpool. Klopp berasal dari Jerman, negara yang sudah mengoleksi empat gelar juara dunia. Wajar saja jika Klopp mendeteksi nama pemain-pemain yang berkarir di Jerman yang layak memperkuat tim sekuat Liverpool. Tidak terbatas pada pemain asal Jerman, tapi juga pemain asal negara lain yang berkiprah gemilang di bundesliga.
Awal musim ini, Klopp mendatangkan empat pemain dari Bundesliga. Loris Karius (Jerman) didatangkan dari Mainz 05 dan mulai dipercaya menjadi kiper Liverpool di lima penampilan terakhir semua ajang. Kehadirannya menjadi tantangan berat bagi Simon Mignolet yang musim lalu dipercaya menjadi kiper utama Liverpool.
Rekrutan baru lainnya, Joel Matip (Kamerun), juga terlihat cukup menjanjikan, mantan bek Schalke 04 ini juga dipercaya menjadi bek tengah utama Liverpool di tujuh partai EPL. Sekalipun membela timnas Kamerun, Joel Matip lahir dan besar di Jepan, punya darah Jerman dan kewarganegaraan Jerman.
Ragnar Klavan (Estonia) juga punya kesempatan bersaing dengan bek tengah Liverpool lainnya. Mantan pemain FC Augsburg yang juga bisa bermain sebagai bek kiri ini sudah bermain di tiga partai EPL. Tahun lalu Ragnar Klavan terpilh sebagai pemain terbaik Estonia 2015.
Rekan setim Ragnar Klavan di FC Augsburg, yaitu kiper veteran Alex Manninger (Austria) juga didatangkan awal musim ini. Kiper veteran agaknya didatangkan lebih sebagai pelapis Simon Mignolet dan Loris Karius. Penggemar Arsenal tentunya ingat kalau di kurun 1997-2001 Alex Manninger bermain untuk tim gudang peluru ini.
Selain para rekrutan baru tersebut, di Liverpool juga ada Roberto Firmino. Penyerang Brazil ini sempat empat tahun malang melintang bersama Hoffenheim. Saat ini Firmino adalah pemain andalan Liverpool, sudah mencetak tiga gol dari delapan partai di EPL.
Ada seorang pemain Jerman lagi di Liverpool, yaitu Emre Can. Gelandang ini harus berjuang untuk mendapatkan kesempatan bermain di tim Klopp yang menggemari sepakbola menyerang ini. Sampai saat ini Emre Can baru mendapat kesempatan bermain dua kali bermain sebagai menit pertama di EPL, tiga kali sebagai pemain pengganti.
Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/2016%E2%80%9317_Liverpool_F.C._season
https://en.wikipedia.org/wiki/Jo%C3%ABl_Matip
https://en.wikipedia.org/wiki/Ragnar_Klavan
https://en.wikipedia.org/wiki/Emre_Can
https://www.whoscored.com/Teams/26/
https://en.wikipedia.org/wiki/Arsenal_F.C.
Hal ini sebenarnya positif-positif saja. Arsene Wenger berasal dari negara yang sepakbolanya kuat, dan bisa mendeteksi talenta-talenta asal negaranya yang layak dibawa ke Inggris. Tentu ada satu catatan, bahwa tim pada akhirnya butuh hasil akhir berupa prestasi.
Begitu pula dengan Jurgen Klopp di Liverpool. Klopp berasal dari Jerman, negara yang sudah mengoleksi empat gelar juara dunia. Wajar saja jika Klopp mendeteksi nama pemain-pemain yang berkarir di Jerman yang layak memperkuat tim sekuat Liverpool. Tidak terbatas pada pemain asal Jerman, tapi juga pemain asal negara lain yang berkiprah gemilang di bundesliga.
Awal musim ini, Klopp mendatangkan empat pemain dari Bundesliga. Loris Karius (Jerman) didatangkan dari Mainz 05 dan mulai dipercaya menjadi kiper Liverpool di lima penampilan terakhir semua ajang. Kehadirannya menjadi tantangan berat bagi Simon Mignolet yang musim lalu dipercaya menjadi kiper utama Liverpool.
Rekrutan baru lainnya, Joel Matip (Kamerun), juga terlihat cukup menjanjikan, mantan bek Schalke 04 ini juga dipercaya menjadi bek tengah utama Liverpool di tujuh partai EPL. Sekalipun membela timnas Kamerun, Joel Matip lahir dan besar di Jepan, punya darah Jerman dan kewarganegaraan Jerman.
Ragnar Klavan (Estonia) juga punya kesempatan bersaing dengan bek tengah Liverpool lainnya. Mantan pemain FC Augsburg yang juga bisa bermain sebagai bek kiri ini sudah bermain di tiga partai EPL. Tahun lalu Ragnar Klavan terpilh sebagai pemain terbaik Estonia 2015.
Rekan setim Ragnar Klavan di FC Augsburg, yaitu kiper veteran Alex Manninger (Austria) juga didatangkan awal musim ini. Kiper veteran agaknya didatangkan lebih sebagai pelapis Simon Mignolet dan Loris Karius. Penggemar Arsenal tentunya ingat kalau di kurun 1997-2001 Alex Manninger bermain untuk tim gudang peluru ini.
Selain para rekrutan baru tersebut, di Liverpool juga ada Roberto Firmino. Penyerang Brazil ini sempat empat tahun malang melintang bersama Hoffenheim. Saat ini Firmino adalah pemain andalan Liverpool, sudah mencetak tiga gol dari delapan partai di EPL.
Ada seorang pemain Jerman lagi di Liverpool, yaitu Emre Can. Gelandang ini harus berjuang untuk mendapatkan kesempatan bermain di tim Klopp yang menggemari sepakbola menyerang ini. Sampai saat ini Emre Can baru mendapat kesempatan bermain dua kali bermain sebagai menit pertama di EPL, tiga kali sebagai pemain pengganti.
Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/2016%E2%80%9317_Liverpool_F.C._season
https://en.wikipedia.org/wiki/Jo%C3%ABl_Matip
https://en.wikipedia.org/wiki/Ragnar_Klavan
https://en.wikipedia.org/wiki/Emre_Can
https://www.whoscored.com/Teams/26/
https://en.wikipedia.org/wiki/Arsenal_F.C.
Subscribe to:
Posts (Atom)