Sunday, 26 February 2017

[Draft] Jack Brown George Brown

http://www.espnfc.com/english-premier-league/story/2363598/england-fa-seek-tougher-rules-for-work-permits-for-foreign-players

Saturday, 25 February 2017

Terima Kasih, Ranieri

Agaknya ada banyak reaksi negatif atas keputusan Leicester City memecat Claudio Ranieri. Rata-rata pihak yang tidak setuju tersebut berargumen bahwa baru sembilan bulan lalu Ranieri dilepas hanya sembilan bulan setelah memimpin Leicester City menjuarai 2015-16. Dilihat dari sudut pandang seperti ini, keputusan Leicester City terasa seperti "kejam" dan "tidak tahu terima kasih".

Masalah sudut pandang ini krusial sekali dalam memahami situasi ini. Dengan kondisi Leicester kalah lima kali beruntun di EPL dan hanya berjarak satu angka dari degradasi, keputusan untuk mempertahankan ataukah melepas Claudio Ranieri ada di tangan manajemen Leicester City.  Untuk itu, kita harus melihat masalah ini dari sudut pandang ke kepentingan Leicester City.

Leicester City, bagaimanapun juga, adalah tim semenjana. Target utama mereka setiap musim adalah bertahan di EPL. Degradasi ke championship akan mengganggu neraca keuangan mereka, dan mungkin saja Leicester City harus terpaksa melepas pemain-pemain terbaik. Jika sudah terdegradasi, tidak mudan untuk kembali ke EPL. Terakhir kalinya Leicester City terdegradasi tahun 2009, mereka harus berjuang lima tahun sebelum akhirnya  bisa promosi ke EPL di tahun 2014.

Keberhasilan mencapai juara EPL tahun lalu adalah pencapaian terbaik Leicester City sepanjang sejarah. Keberhasilan menembus fase 16 besar liga champions adalah bonus yang menyenangkan. Tapi bagaimanapun juga prioritas utama Leicester city tetaplah bertahan di EPL dan tidak terdegradasi.

Secara objektif, Claudio Ranieri mungkin terkesan "kehabisan akal". Leicester mengalami kekalahan dalam lima laga terakhir di EPL, dan sama sekali tidak mencetak gol dalam tujuh pertandingan terakhir. Mengingat jarak mereka dengan zona degradasi tinggal satu poin, tindakan Leicester City untuk melepas Ranieri sangat bisa dimengerti.

Seperti kata Jose Mourinho, nama Claudio Ranieri sebenarnya pantas dijadikan nama stadion markas Leicester City, yang  saat ini bernama King Power stadium. Bagaimanapun juga, Ranieri adalah satu-satunya pelatih sepanjang sejarah yang mampu membawa Leicester City menjadi juara EPL. walaupun begitu, keputusan Leicester City untuk melepas ranieri juga sangat beralasan.

Bagaimanapun juga, publik sepakbola harus berterimakasih pada Ranieri atas prestasinya membawa Leicester City menjadi kampiun EPL musim lalu. Ternyata tim semenjana seperti Leicester city pun bisa menjadi juara liga primer Inggris.

Referensi: https://sport.detik.com/sepakbola/liga-inggris/3430639/leicester-pecat-ranieri
https://en.wikipedia.org/wiki/2016%E2%80%9317_Leicester_City_F.C._season
https://en.wikipedia.org/wiki/Leicester_City_F.C.
http://www.mirror.co.uk/sport/football/news/jose-mourinho-shows-support-sacked-9911187

Friday, 24 February 2017

Indonesia Tuan Rumah Piala AFC U19 2018?

Beberapa hari terakhir masyarakat sepakbola indonesia mendapatkan berita gembira. Media berlomba-lomba memberitakan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah ajang putaran final piala AFC U19 tahun depan. Jika kabar itu benar, sebagai tuan rumah timnas U19 akan otomatis lolos ke putaran final piala AFC U19.

Sumber berita ini adalah pernyataan ketua umum PSSI Edy Rahmayadi setelah bertemu dengan presiden AFC Sheikh Salman beberapa hari yang lalu. Menurut Edy, Sheikh Salman bin Ibrahim al Khalifa telah memberuikan restu pada Indonesia untuk menjadi tuan rumah piala AFC U19 2018. Tapi sebenarnya belum ada pengumuman resmi dari AFC terkait hal tersebut.

Hal ini dibenarkan direktur media dan hubungan internasional PSSI, Hanif Thamrin. Seperti dilansir bola.com, Hanif mengakui bahwa soal kepastian Indonesia menjadi tuan rumah AFC belum dapat dikonfirmasi. Sepertinya kita harus menunggu sampai AFC memberikan pernyataan resmi.

Dengan demikian untuk sementara diasumsikan timnas U19 akan tetap mengikuti kualifikasi piala AFC U19 pada 31 Oktober s/d 8 November 2017. Sebanyak 16 tim akan lolos ke putaran final, termasuk tuan rumah. Anggota AFC sendiri ada 47 konfederasi.

Piala AFC U19 tahun depan juga merupakan ajang kualifikasi untuk putaran final piala dunia U20 tahun berikutnya. Empat tim terbaik Asia akan lolos ke putaran final putaran final piala dunia U20 2019.

Referensi:
http://www.goal.com/id-ID/news/1387/nasional/2017/02/22/32937222/edy-rahmayadi-indonesia-jadi-tuan-rumah-piala-asia-u-19-2018
http://www.bola.com/indonesia/read/2867216/indonesia-tetap-ikuti-kualifikasi-piala-afc-u-19
https://en.wikipedia.org/wiki/Asian_Football_Confederation

Thursday, 23 February 2017

Emil Audero Menolak Naturalisasi Menjadi WNI?

Emil Audero mungkin punya prospek lebih menjanjikan dari semua pemain yang sudah dinaturalisasi menjadi WNI. Kiper muda ini saat ini berada di tim utama Juventus. Emil mungkin hanya kiper ketiga setelah Gianluigi Buffon dan Neto, tapi di usianya yang masih 20 tahun, masa depannya masih penuh harapan.

Tak heran jika PSSI tertarik untuk menawarkan naturalisasi pada Emil dapat memperkuat tim nasional. Emil memang punya darah Indonesia dari ayahnya, dan Emil dilahirkan di Lombok. Sayangnya, sepertinya Emil lebih memilih untuk tetap menjadi warga negara Italia.

Emil adalah pemain binaan Juventus sejak berusia sekitar 10 tahun. Dia berjuang sudah melewati tahap demi tahap sampai bisa menembus tim utama. Timnas Italia juga mengakui bakatnya, terbukti bahwa Emil pernah dipanggil ke timnas Italia  U15, U16, U17 dan U18.

Musim ini Emil belum mendapat kesempatan tampil untuk tim utama Juventus.  Menurut situs www.transfermarkt.co.id menyebutkan menyebutkan Emil tampil tiga kali musim ini di level Junior. Emil tampil tiga kali di Primavera B, sekali di Copa Primavera dan sekali di UEFA Youth League.

Sepertinya tipis peluang PSSI untuk berhasil membujuk Emil menjalani naturalisasi. Demikianlah menilik pernyataan ayah Emil, Edy Mulyadi, seperti dimuat oleh www.lombokpost.net. Emil sepertinya lebih memilih kewarganegaraan Italia.




Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/2016%E2%80%9317_Juventus_F.C._season
http://www.goal.com/id-ID/news/1390/timnas-indonesia/2017/02/05/32356092/pssi-ingin-naturalisasi-kiper-juventus
http://www.lombokpost.net/2017/02/10/sulit-naturalisasi-kiper-ketiga-juventus/
http://www.juventus.com/en/news/news/2014/emil-audero-the-future-s-in-safe-hands.php
https://id.wikipedia.org/wiki/Emil_Audero
http://www.transfermarkt.co.uk/emil-audero/leistungsdaten/spieler/256339
http://www.lombokpost.net/2017/02/10/sulit-naturalisasi-kiper-ketiga-juventus/

Wednesday, 22 February 2017

Rully Febrian, dari Garuda Jaya Ke Seleksi Timnas U23

Nama Rully Febrian tentunya sudah akrab di telinga pecinta sepakbola Indonesia. Pemuda ini adalah salah satu anggota skuad Garuda Jaya yang menjuarai piala AFF U19 tahun 2013 dan lolos ke piala Asia U19 tahun 2014. Saat ini Rully cukup sulit untuk mendapatkan kesempatan karena harus bersaing.


Rully Desrian berasal dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kiper muda ini merupakan didikan klub PPLP di Padang. Di level junior, Rully Desrian sempat membantu Semen Padang U21 menjadi juara ISL U21 di tahun 2014.


Di level profesional, Rully menjalani debutnya bersama Bali United. Dalam ajang Indonesia Super Club (ISC) tahun lalu, Rully dipercaya tampil sebanyak 20 kali menjaga gawang Bali United. Di ajang ini memang Rully lebih sering mendapat kesempatan dibanding para rivalnya, kiper sebayanya M Diky dan kiper senior I Ngurah Komang Arya.


Tahun 2017 ini, Rully hijrah ke Bhayangkara FC. Klub yang bemarkas di Surabaya ini memang banyak menampung para pemain alumni timnas Garuda Jaya. Diantaranya ada nama-nama seperti Putu Gede Juni Antara, Sahrul Kurniawan, M Fatchurohman, Evan Dimas Darmono, Ilham Udin Armaiyn dan M Hargianto.

Rully Febrian adalah salah satu dari 25 pemain yang dipanggil pelatih Luis Milla untuk mengikuti seleksi timnas U23 untuk Sea Games. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Rully, mengingat posisinya di klub belum mantap. Di piala Presiden 2017 Rully sama sekali tidak diturunkan, kalah bersaing dengan kiper senior Wahyu Tri Nugroho.

Referensi:
Gambar dari http://cdn.klimg.com/bola.net/library/upload/14/2014/09/rully_desrian_fjr_4d3ea2f.jpg
http://bolanasional.co/2015/02/05/headline/rully-desrian-masuk-proyeksi-timnas-asian-games-2018/
https://id.wikipedia.org/wiki/Rully_Desrian
http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://www.indonesiansc.com/klub/bali-united/pemain
https://aktualsport.com/2628/daftar-skuad-pemain-bhayangkara-fc-lokal-dan-asing-2017/
http://www.bola.com/piala-presiden/read/2847396/arema-bungkam-10-pemain-bhayangkara-fc
http://www.bola.com/piala-presiden/read/2853214/tendangan-bebas-berkelas-evan-dimas-menangkan-bhayangkara-fc
http://www.bola.com/piala-presiden/read/2858339/persija-tersingkir-di-penyisihan-grup-piala-presiden-2017?
http://jabar.tribunnews.com/2017/02/17/pelatih-timnas-luis-milla-memanggil-25-pemain-untuk-seleksi-ada-pemain-persib-loh