Thursday, 7 April 2016

Kekalahan Pertama Barcelona Tahun ini

Kekalahan Barcelona 1-2 pada 2 April 2016 lalu punya arti penting bukan karena lawannya adalah Real Madrid. Barcelona saat ini dikenal sebagai tim yang sangat kuat dan punya peluang untuk mencatatkan diri sebagai tim satu-satunya yang mampu menjuarai liga champions dua tahun berturut-turut. Klub-klub besar eropa tentunya tidak meluputkan kekalahan perdana Barcelona ini untuk menganalisis apakah Barcelona punya kelemahan yang bisa dieksploitasi.

Di bawah asuhan Luis Enrique, formasi 4-3-3 Barca sering terlihat seperti 3-4-3 karena Dani Alvers "terlalu maju". Formasi ini juga bisa terlihat seperti 3-1-3-3 dengan Sergio Busquets menjaga poros halang di belakang Alves-Iniesta-Rakitic. Singkat kata, Luis Enrique lebih senang mengekploitasi daya gedor Dani Alves daripada mamainkannya sebagai bek kanan konvensional.

Barcelona a la Luis Enrique tidak seperti zaman Pep Guardiola yang memainkan tiki taka. Enrique agaknya tidak mementingkan berapa banyak operan yang dimainkan. Sementara Barcelona selama ini dikenal dengan kehandalan permainan dari kaki ke kaki, Barcelona a la Luis Enrique sering menggunakan umpan panjang lambung akurat untuk merobek pertahanan lawan. Setidaknya itulah yang terlihat pada partai el classico ini.

Barcelona seharusnya sudah memimpin sejak menit 9, saat Neymar yang menerima umpan panjang di sayap kanan membawa bola masuk kotak penalti. Bintang Brazil ini lalu memberikan umpan matang pasa Luis Suarez. Sayangnya Suarez justru gagal menyambut umpan tersebut

Aktor utama Barcelona di babak pertama adalah Ivan Rakitic dan Neymar. Rakitic bekerja keras di lini tengah Barcelona untuk meredam serangan Madrid dan membantu serangan timnya. Di menit 18 Rakitic sukses mencuri bola diluar kotak penalti Madrid, sayang tembakannya bisa diselamatkan Keylor Navas.

Neymar tampil gemilang di lini depan Barcelona. Striker Brazil ini berperan dalam banyak serangan Barcelona. Neymar bisa ada di sayap kanan, sayap kiri  atau menerobos ke kotak penalti.

Barcelona tampil lebih dominan di babak pertama. Sayangnya dari sekian peluang, tidak satu pun yang bisa dikonversi menjadi gol. Babak pertama berakhir imbang dengan skor kacamata.

Di awal babak kedua Barcelona memdapat kesempatan menekan. Setelah serangkaian serangan, Barcelona mendapatkan sepak pojok di sayap kiri pertahanan Real Madrid. Umpan lambung Ivan Rakitic disundul masuk oleh Gerard Pique. Skor 1-0 untuk Barcelona.

Setelah itu Marcelo unjuk gigi. Jika Dani Alves adalah bek sayap yang posisinya "terlalu maju", Marcelo adalah bek sayap yang sering berganti posisi menjadi gelandang tengah ekstra. Adalah aksi Marcelo menusuk dari tengah yang membuka jalan bagi Gareth Bale, yang lalu memberikan umpan pada Karim Benzema, yang menyelesaikannya dengan cantik. Skor imbang 1-1.

Kesalahan yang dilakukan Luis Enrique adalah penggantian Ivan Rakitic dengan Arda Turan di menit 74. Ivan Rakitic adalah jantung permainan Barcelona untuk penyerangan dan pertahanan, sementara Arda Turan selama ini lebih dikenal sebagai gelandng serang. Agaknya Arda Turan belum mampu untuk menggantikan peran Rakitic.

Setelah itu lini tengah Barcelona seperti tak mampu menghadapi gempuran cepat Madrid. Rangkaian umpan Madrid berakhir dengan umpan manis Cristiano Ronaldo yang ditanduk masuk oleh Gareth Bale. Sebuah gol yang bersih, tapi entah kenapa dianulir.

Tetap saja dominasi Madrid tak terbantahkan. Skema serangan serupa kembali terulang. Kali ini Cristiano Ronaldo yang mengetarkan gawang Claudio Bravo. Skor 2-1 untuk tim tamu Real Madrid.

Barelona masih punya peluang untuk membalas di menit-menit akhir. Tapi peluang Neymar di kotak penalti gagal diselesaikan dengan baik. Pertandingan berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Madrid.

Kalau boleh disimpulkan, dalam pertandingan ini sebenarnya tidak terlihat titik lemah Barcelona. Hanya saja Luis Enrique melakukan kesalahan sangat mengganti Ivan Rakitic dengan Arda Turan. Itulah faktor krusial yang menentukan hasil akhir pertandingan ini.

Berikut adalah rekaman lengkap pertandingan ini.


Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/2015%E2%80%9316_FC_Barcelona_season
https://www.whoscored.com/Teams/65
https://www.whoscored.com/Matches/985768/Live

Wednesday, 6 April 2016

Akankah ISC berlangsung tepat jadwal?

ISC adalah kompetisi sepakbola yang dianggap merupakan pengganti ISL, setidaknya untuk sementara. Para peserta kompetisi ini sama dengan para peserta ISL. Kompetisi yang diselenggarakan oleh PT Gelora Trisula Semesta GTS) itu dijadwalkan akan bergulir mulai 16 april nanti.

Pada penutupan piala Bhayangkara, presiden Jokowi membahas tentang "turnamen jangka panjang yang melibatkan 70-80 klub elite di tanah air". Menpora Imam Nahrawi membenarkan bahwa ini adalah lampu hijau untuk ISC. Menurutnya karena PT GTS sebelumnya dapat menjalankan piala Bhayangkara, tentunya dengan prosedur yang sama PT GTS juga bisa menggelar ISC.

Tapi ternyata BOPI belum merestui digelarnya ISC. BOPI mensyaratkan adanya restu dari tim transisi. Agaknya BOPI mengabaikan fakta bahwa putusan kasasi MA telah memenangkan PSSI dalam kasus pembekuan oleh menpora.

Sementara tim transisi menyebut bahwa tanpa izin pihaknya, ISC tidak bisa bergulir. Cheppy Hartono dari tim transisi mengklaim bahwa kepolisian tidak mungkin mengeluarkan izin keramai tanpa rekomendasi dari tim transisi. Lebih lanjut Cheppy menyatakan bahwa ISC tidak mungkin berlangsung sesuai jadwal karena tim transisi butuh waktu setidaknya dua bulan untuk melakukan verifikasi.

Sementara itu juru bicara kemenpora Gatot S Dewa Brto menyatakan bahwa pihaknya tidak bakan mempersulit izin pelaksanaan ISC.

Referensi:
Sinyal Positif - Pemerintah Dukung ISC - harian TopSkor edisi 6 April 2016
http://www.goal.com/id-ID/news/1387/nasional/2016/04/06/22073922/tim-transisi-tidak-mungkin-isc-bergulir-sesuai-jadwal?ICID=SP
http://www.goal.com/id-ID/news/1387/nasional/2016/04/01/21905692/bopi-pertanyakan-legal-standing-dari-isc?ICID=AR_RS_2
http://www.mediaindonesia.com/news/read/38547/pemerintah-janjikan-izin-isc/2016-04-06

Tuesday, 5 April 2016

ISC v KLB

Setelah La Nyalla resmi dinyatakan sebagai tersangka, lalu dinyatakan buron. barangkali sejumlah pihak berharap agar hal itu memicu pelaksanaan KLB PSSI. Kenyataannya, akhir-akhir ini tidak terdengar pergerakan signifikan menuju KLB.

Klub-klub terlihat lebih fokus mempersiapkan diri menuju ISC. Hal yang wajar karena mungkin sempat akan kekhawatiran apakah pihak kemenpora/BOPI/tim transisi tidak akan menghalangi terlaksananya kompetisi. BOPI misalnya masih mempersyaratkan penyelenggara ISC yaitu PT Gelora Trsiula Semesta untuk melakukan koordinasi dengan tim transisi.

Agaknya bukan berarti berarti klub-klub tak menginginkan KLB, hanya saja mereka lebih memilih fokus pada terselenggaranya kompetisi ISC. Kelangsungan kompetisi adalah penting bagi kelanjutan industri sepakbola negeri ini. Sementara yang diharapkan klub dari kemenpora sangat sederhana: jangan halangi pelaksanaan ISC.

Faktanya memang pasca buronnya La Nyalla, klub-klub tak serta merta menyeberang ke kubu kemenpora. Ini menunjukkan kalau kemenpora selama setahun pembekuan PSSI ternyata gagal memenangkan dukungan para stakeholder sepakbola Indonesia. Sanksi pembekuan PSSI jatuh semata-mata karena kemenpora merasa punya wewenang untuk itu, tanpa dukungan populis insan sepakbola. Jadi tak heran jika klub-klub lebih memilih menghadapi masalah dengan kompak bersama daripada "menyeberang" ke pihak kemenpora.

Cheppy Wartono dari tim transisi menyebut bahwa tim transisi kurang memiliki wewenang untuk implementasi konsep-konsep mereka sendiri. Sementara mereka harus mengahadapi "kelompok-kelompok yang menguasai sepakbola Indonesia kini". Cheppy juga mengeluhkan minimnya dana yang dianggarkan untuk tim transisi.mengeluarkan putusan tak populer.

Sementara itu menpora Imam Nahrawi memberi sinyal positif akan pelaksanaan ISC. Saat ini semua pihak berharap agar masalah pembekuan PSSI dan sanksi FIFA segera selesai. Untuk itu memang bukan waktu yang tepat untuk menpora untuk

Mengenai KLB, Toni Apriliani dari PSSI menyerahkannya pada para pemilik suara, apakah akan melaksanakan KLB atau tidak.

Referensi:

http://sport.detik.com/sepakbola/read/2016/04/05/170648/3180394/76/tak-dibekali-cukup-wewenang-tim-transisi-kembalikan-bola-ke-menpora
http://sport.detik.com/sepakbola/read/2016/04/05/152835/3180271/76/imam-nahrawi-kompetisi-akan-digelar-pencabutan-pembekuan-nanti-dulu
http://sport.detik.com/sepakbola/read/2016/04/05/181705/3180460/76/la-nyalla-buron-pemerintah-didesak-untuk-dorong-pssi-segera-gelar-klb
http://sepakbola.indosport.com/20160329/la-nyalla-buron-ini-kata-pssi
http://sepakbola.indosport.com/20160402/isc-dianggap-isl-yang-disamarkan
http://www.goal.com/id-ID/news/1391/indonesia-super-league/2016/03/30/21838122/ini-syarat-bopi-untuk-rekomendasi-isc

Monday, 4 April 2016

Barcelona, Momok Diego Simeone dan Atletico Madrid

Diego Simeone sukses membawa Atletico menjadi tim papan atas di Spanyol. Sejumlah gelar juara sudah diklaim. Sejak mulai ditangani Simeone tahun 2011 silam, Atletico sudah mengoleksi satu gelar juara la liga, satu gelar kampiun liga europa dan satu gelar pemuncak piala raja spanyol.

Tapi ada satu momok yang sangat sulit diatasi Atletico Madrid, yaitu Barcelona. sejak awal diasuh Simeone, Atletico sudah 15 kali berhadapan dengan Barcelona. Hanya satu partai yang berhasil dimenangkan pasukan Simeone, lima partai berakhir seri dan sembilan partai lainnya berakhir dengan kekalahan.


Tanggal Home/Away Skor Ajang
26 Februari 2012 Home 1-2 La Liga
16 Desember 2012 Away 1-4 La Liga
12 Mei 2013 Home 1-2 La Liga
21 Agustus 2013 Home 1-1 Supercopa de España
28 Agustus 2013 Away 0-0 Supercopa de España
11 Januari 2014 Home 0-0 La Liga
1 April 2014 Away 1-1 Liga Champions
9 April 2014 Home 1-0 Liga Champions
17 Mei 2014 Away 1-1 La Liga
11 Januari 2015 Away 1-3 La Liga
21 Januari 2015 Away 0-1 Copa Del Rey
28 Januari 2015 Home 2-3 Copa Del Rey
17 Mei 2015 Home 0-1 La Liga
12 September 2015 Home 1-2 La Liga
30 Januari 2016 Away 1-2 La Liga

Musim terbaik bagi Atletico adalah 2013-2014. Diego Simeone mencatatkan kemenangan perdana atas Barcelona di perempat final liga champions. Atletico sukses menyingkirkan Barcelona dan terus melaju sampai final hingga akhirnya ditundukkan Real Madrid.

Di musim yang sama, Atletico dan Barcelona bersaing memperebutkan gelar juara la liga. Perebutan berlangsung hingga partai terakhir, dengan Atletico Madrid menjamu barcelona. Hasil imbang 1-1 cukup bagi pasukan Diego Simeone memastikan diri menjuarai la liga 2013-2014.

Situasi memburuk bagi Atletico sejak Luis Enrique menangani Barcelona dua musim terakhir ini. Dari enam partai yang berlangsung, semuanya dimenangkan oleh Barcelona. Luis Enrique mengubah pendekatan tiki taka dari Guardiola menjadi lebih direct, dan agaknya Digo Simeone belum bisa menemukan cara menghadapinya.

Atletico Madrid dan Barcelona dijadwalkan bertemu di perempat final liga champions musim ini.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Diego_Simeone
https://en.wikipedia.org/wiki/2011%E2%80%9312_Atl%C3%A9tico_Madrid_season
https://en.wikipedia.org/wiki/2012%E2%80%9313_Atl%C3%A9tico_Madrid_season
https://en.wikipedia.org/wiki/2013%E2%80%9314_Atl%C3%A9tico_Madrid_season
https://en.wikipedia.org/wiki/2014%E2%80%9315_Atl%C3%A9tico_Madrid_season
https://en.wikipedia.org/wiki/2015%E2%80%9316_Atl%C3%A9tico_Madrid_season

Sunday, 3 April 2016

Berkurangnya Ketergantungan Leicester City Pada Vardy/Mahrez

Aktor utama keberhasilan Leicester City menjadi pemuncak klasemen sementara EPL adalah Jamie Vardy dan Riyad Mahrez. Jamie Vardy mencetak 19 gol dan 6 assist musim ini di EPL. Riyad Mahrez tak kalah mentereng dengan catatan 16 gol dan 11 assist.

Dalam delapan partai perdana EPL, Vardy atau Mahrez memborong 12 dari 15 gol yang dicetak Leicester, setara dengan 80%. Dominasi ini meningkat menjadi 82 persen lebih di delapan partai berikutnya. Dari 17 gol yang dicetak Leicester City, 14 diantaranya disumbangkan oleh Vardy atau Mahrez.


Kurun Gol Vardy/Mahrez Gol pemain lain Poin diraih
Pekan 1 s/d 8 12 5 15
Pekan 9 s/d 16 14 3 20
Pekan 17 s/d 24 5 5 15
Pekan 25 s/d 32 4 7 19
Produktivitas Vardy/Mahrez mulai menurun antara pekan 17 sampai 24. Pamor mereka sudah makin menjulang sehingga semakin diwaspadai lawan. Menurunnya produktivitas Vardy/Mahrez juga berarti menyusutnya gol yang bisa dicetak oleh Leicester City.

Untungnya Claudio Ranieri siap dengan plan B. Leicester City tidak lagi tergantung dari gol Vardy atau Mahrez. Gol bisa datang datang penyerang seperti Shinji Okazaki atau Leonardo Ulloa, tapi juga bisa dari bek tengah seperti Robert Huth, Jonas Olsson dan Wes Morgan. Para gelandang seperti N'Golo Kante, Andy King dan Daniel Drinkwater juga bisa menjadi opsi lain untuk mencetak gol.

Menarik dicatat bahwa, jika statistik untuk assist juga dicatat, terlihat bahwa pengaruh Vardy dan Mahrez dalam penyerangan Leicester City masih sangat besar.
Kurun Gol/assist Vardy atau Mahrez Gol/assist lainnya Poin diraih
Pekan 1 s/d 8 14 3 15
Pekan 9 s/d 16 15 2 20
Pekan 17 s/d 24 6 4 15
Pekan 25 s/d 32 8 3 19

Berikut daftar pencetak 55 gol yang telah dicetak Leicester City dalam 32 peertandingan EPL, beserta informasi tentang pemberi assist
No Lawan Home/Away Skor Goal Assist
1 Sunderland Home 4-2 Jamie Vardy Marc Abrighton




Riyad Mahrez Marc Abrighton




Riyad Mahrez




Marc Abrighton
2 West Ham Away 2-1 Shinji Okazaki




Riyad Mahrez Marc Abrighton
3 Tottenham Hospurs Home 1-1 Riyad Mahrez Jamie Vardy
4 AFC Bournemouth Away 1-1 Jamie Vardy
5 Aston Villa Home 3-2 Richie de Laet Riyad Mahrez




Jamie Vardy Daniel Drinkwater




Nathan Dyer Riyad Mahrez
6 Stoke Away 2-2 Riyad Mahrez




Jamie Vardy Riyad Mahrez
7 Arsenal Home 2-5 Jamie Vardy Daniel Drinkwater




Jamie Vardy Leonardo Ulloa
8 Norwich Away 2-1 Jamie Vardy




Jeffrey Schlupp N;Golo Kante
9 Southampton Away 2-2 Jamie Vardy Nathan Dyer




Jamie Vardy Nathan Dyer
10 Crystal Palace Home 1-0 Jamie Vardy Riyad Mahrez
11 West Bromwich Albion Away 3-2 Riyad Mahrez Marc Abrighton




Riyad Mahrez




Jamie Vardy Daniel Drinkwater
12 Watford Home 2-1 N;Golo Kante




Jamie Vardy
13 Newcastle United Away 3-0 Jamie Vardy Leonardo Ulloa




Leonardo Ulloa Riyad Mahrez




Shinji Okazaki
14 Manchester United Home 1-1 Jamie Vardy Christian Fuchs
15 Swansea Away 3-0 Riyad Mahrez Marc Abrighton




Riyad Mahrez N;Golo Kante




Riyad Mahrez Jamie Vardy
16 Chelsea Home 2-1 Jamie Vardy Riyad Mahrez




Riyad Mahrez Marc Abrighton
17 Everton Away 3-2 Riyad Mahrez




Riyad Mahrez




Shinji Okazaki Jamie Vardy
18 Liverpool Away 0-1

19 Manchester City Home 0-0

20 AFC Bournemouth Home 0-0

21 Tottenham Hospurs Away 1-0 Robert Huth Christian Fuchs
22 Aston Villa Away 1-1 Shinji Okazaki
23 Stoke Home 3-0 Daniel Drinkwater




Jamie Vardy Daniel Drinkwater




Leonardo Ulloa
24 Liverpool Home 2-0 Jamie Vardy Riyad Mahrez




Jamie Vardy
25 Manchester City Away 3-2 Robert Huth Riyad Mahrez




Riyad Mahrez N;Golo Kante




Robert Huth Christian Fuchs
26 Arsenal Away 1-2 Jamie Vardy
27 Norwich Home 1-0 Leonardo Ulloa Jamie Vardy
28 West Bromwich Albion Home 2-2 Jonas Olsson




Andy King Riyad Mahrez
29 Watford Away 1-0 Riyad Mahrez
30 Newcastle United Home 1-0 Shinji Okazaki Jamie Vardy
31 Crystal Palace Away 1-0 Riyad Mahrez Jamie Vardy
32 Southampton Home 1-0 Wes Morgan Christian Fuchs
Referensi:
https://www.whoscored.com/Teams/14
https://www.whoscored.com/Teams/14/Fixtures/England-Leicester
https://www.whoscored.com/Matches/958430/Live
https://www.whoscored.com/Matches/958481/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959733/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959760/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959777/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959791/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959794/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959811/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959819/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959827/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959619/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959659/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959640/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959712/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959677/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959621/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959702/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959645/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959592/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959689/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959682/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959690/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959643/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959607/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959576/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959636/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959713/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959888/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959874/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959894/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959859/Live
https://www.whoscored.com/Matches/959845/Live

Saturday, 2 April 2016

Tiada Guardiola, Mou dan Conte Di Liga Champions Musim Depan?

Chelsea, Manchester City dan Manchester United. Tiga nama klub besar EPL. Dalam sebelas musim sejak 2004, juara liga Inggris selalu adalah salah satu dari tiga tim ini.

Tapi sayangnya musim ini ketiga tim raksasa ini tampil mengecewakan. Para manajer jadi pihak yang dituntut tanggung jawabnya. Jose Mourinho sudah dilengserkan dari posisinya di Chelsea dan saat ini digantikan oleh manajer sementara, Guus Hiddink. Masa bakti Manuel Pellegrini di Manchester City juga hanya sampai akhir musim ini. Sementara di Manchester United, posisi Louis Van Gaal sebagai manajer juga tidak aman.

Klub-klub besar tentu butuh manajer dengan reputasi mentereng. Manchester City sudah resmi akan mempercayakan posisi manajer pada Pep Guardiola mulai musim depan. Manajer yang saat ini menangani Bayern Munich sering dianggap salah satu manajer saat ini. Dua gelar juara liga Champions, tiga gelar kampiun la liga dan dua gelar pemuncak bundesliga sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan kualitasnya.

Jose Mourinho memang terpuruk musim ini di Chelsea. Tapi reputasinya tetap mentereng dengan koleksi dua gelar juara liga Champions, tiga gelar kampiun EPL, satu gelar pemuncak la liga dan dua gelar jawara serie A. Tak heran disebut-sebut Mou akan menggantikan Louis Van Gaal di Manchester United musim depan,walaupun memang belum ada pernyataan resmi.

Sementara nama yang sering disebut-sebut akan menangani Chelsea musim depan adalah Antonio Conte, pelatih timnas Italia. Prestasi memenangkan tiga gelar serie A bersama Juventus memang mengesankan. Apalagi secara tradisi, Chelsea memang ditangani oleh pelatih Italia seperti Gianluca Vialli, Claudio Ranieri hingga Roberto Di Matteo. Chelsea belum mengumumkan secara resmi siapa manajer mereka untuk musim depan.

Tapi ketiga pelatih ini agak "kurang beruntung". Tim-tim yang disebut-sebut akan mereka asuh saat ini sedang berjuang untuk merebut tiket ke liga Champions musim depan. Secara realistis, agaknya tiga tiket akan jatuh ke tangan Leicester City, Tottenham Hotspurs dan Arsenal. Sementara MU, Chelsea dan Manchester City harus berebut satu tiket tersisa.

Jangan lupa ada West Ham yang juga punya peluang realistis untuk merebut tiker ke liga Champions. Jika West Ham berhasil, maka empat tiket liga champions dari EPL akan dibagikan pada Leicester City, Tottenham Hotspurs, Arsenal dan West Ham. Jika skenario ini terjadi, tidak ada satupun dari MU, Chelsea dan Manchester City yang lolos ke liga Champions. Artinya bisasaja tiada Guardiola, Mou dan Conte di liga champions musim depan.

Tapi berlaga di liga champions atau tidak, kedatangan manajer kelas dunia seperti Guardiola, Mou dan Conte adalah berita bagus bagi EPL. Liga Inggris musim depan akan diramaikan oleh manajer-manajer sehebat Antonio Conte, Arsene Wenger, Claudio Ranieri, Jose Mourinho, Jürgen Klopp, Mauricico Pochettino, Pep Guardiola, Roberto Martinez, Ronald Koeman dan Slaven Bilic,

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Premier_League
https://en.wikipedia.org/wiki/Pep_Guardiola
https://en.wikipedia.org/wiki/Jos%C3%A9_Mourinho
https://en.wikipedia.org/wiki/Antonio_Conte

Friday, 1 April 2016

Fokus Tottenham Hotspurs Pada Liverpool - Big Match EPL Pekan 32

Upaya Tottenham Hotspurs mengejar pimpinan klasemen Leicester City ditunggu tantangan berat akhir pekan ini. Tim peringkat kedua klasemen sementara EPL akan dijamu tim kuat Liverpool. Kegagalan mengambil point maksimal atas Liverpol bisa membuat Leicester City menjauh atau Arsenal mendekat.

Penampilan Liverpool mungkin masih dibawah harapan para pendukungnya, tapi kedahsyatan sisi ofensif tim ini sulit dibantah. Dalam 5 partai terakhir Liverpool mampu mencetak 15 gol atau rata-rata tiga gol setiap partai. Apalagi bek tengah Jan Vertonghen belum pulih dari cedera lutut, sementara partnernya sebagai bek tengah Jan Vertonghen masih diragukan apakah sudah cukup fit untuk bisa tampil di partai ini.

Tidak ada playmaker yang dominan di Liverpool. Peluang bisa datang dari upaya Philippe Coutinho, Adam Lallana atau James Milner. Pertanyaannya siapakah diantara Christian Benteke, Divock Oriri dan Roberto Firmino akan akan dipercaya menjadi ujung tombak.

Seperti juga Liverpool, mungkin tidak ada pengatur serangan yang dominan di Spurs. Manager Mauricio Pochettino isa mengandalkan Dele Alli, Christian Eriksen dan  Erik Lamela untuk membangun peluang. Kelebihan Tottenham Hostspurs adalah mereka memiliki mesin gol, yaitu Harry Kane yang saat ini sudah mencatatkan 21 gol di EPL. Jürgen Klopp harus memperbaiki sistem pertahanan Liverpool untuk menghadapi ancaman Harry Kane, karena pertahanan Liverpool memang terbilang lemah.

Keuntungan Tottenham adalah mereka bisa fokus konsentrasi penuh di laga ini karena Tottenham sudah tersingkir dari piala Europa dan piala FA. Sementara Liverpool juga harus memikirkan partai perempat final liga Europa di tengah pekan depan. Menilik klasemen sementara, Liverpool sulit untuk lolos ke piala Champions dari jatah EPL. Walaupun sulit, upaya menjuarai liga Europa untuk merebut tiket lolos ke liga champions musim depan masih lebih realistis. Apalagi lawan yang menunggu tengah pekan nanti adalah Borussia Dortmund, mantan klub asuhan Jürgen Klopp.

Pertandingan dijadwalkan berlangsung di stadion Anfield pada kamis 2 April 2016 jam 23:30 WIB disiarkan langsung oleh Indosiar.

Referensi:
http://www.physioroom.com/news/english_premier_league/epl_injury_table.php
https://en.wikipedia.org/wiki/2015%E2%80%9316_Liverpool_F.C._season
https://en.wikipedia.org/wiki/2015%E2%80%9316_Tottenham_Hotspur_F.C._season
https://www.whoscored.com/Teams/30
https://www.whoscored.com/Teams/26
https://en.wikipedia.org/wiki/Jan_Vertonghen
https://en.wikipedia.org/wiki/Toby_Alderweireld
http://www.goal.com/id-ID/news/2835/jadwal-televisi/2016/04/01/21890792/jadwal-televisi-2-5-april-2016?ICID=HP_TS_1